Siapa Alexandr Wang? Miliarder Termuda di Dunia yang Mendorong Remaja untuk Habiskan Waktunya Mempelajari Vibe-coding
Alexandr Wang, 28 tahun, adalah Chief AI Officer di Meta. Dalam sebuah wawancara baru, Wang menyarankan kaum muda untuk mempelajari vibe-coding, yaitu membiarkan AI menulis kode berdasarkan instruksi dalam bahasa sehari-hari.
Wang memprediksi bahwa AI akan mampu menulis kode dalam jumlah besar dalam lima tahun ke depan, termasuk seluruh kode yang pernah ia tulis sendiri.
Siapa Alexandr Wang? Miliarder Termuda di Dunia yang Mendorong Remaja untuk Habiskan Waktunya Mempelajari Vibe-coding
1. DO dari MIT
Melansir Entrepreneur, Alexandr Wang (28 tahun), seorang miliarder AI yang pernah keluar dari MIT, mengatakan bahwa kunci untuk meraih keunggulan adalah dengan mempelajari cara menggunakan alat pembuatan kode berbasis AI—dan ia menyarankan agar semua remaja segera menguasai penggunaannya.Dalam sebuah episode siniar TBPN yang tayang awal bulan ini, Wang membagikan sarannya bagi kaum muda, terutama di tengah peran AI yang semakin besar dalam penulisan kode di perusahaan-perusahaan teknologi raksasa. Sebagai contoh, di Microsoft dan Google, AI kini menulis hingga 30 kode untuk berbagai proyek perusahaan.
2. Mengenalkan Vide-coding
Sementara itu, alat pengodean berbasis AI seperti Replit dan Cursor—yang mampu menghasilkan blok kode dari sebuah perintah (prompt)—telah memunculkan tren "vibe-coding," yaitu praktik membiarkan AI menulis kode berdasarkan instruksi dalam bahasa sehari-hari. Orang-orang non-teknis pun kini bisa membuat aplikasi dan situs web melalui metode vibe-coding ini. Bahkan CEO Google, Sundar Pichai, pada bulan Juni lalu mengakui bahwa ia menggunakan AI untuk membuat halaman web dengan metode vibe-coding.Wang mengatakan bahwa kaum muda sebaiknya menghabiskan "seluruh" waktu mereka untuk melakukan vibe-coding dan menjadikannya sebagai gaya hidup."Jika Anda berusia sekitar 13 tahun, Anda sebaiknya menghabiskan seluruh waktu Anda untuk vibe-coding," ujar Wang dalam siniar tersebut. "Begitulah seharusnya Anda menjalani hidup."
Ia menyebutkan bahwa jika remaja menghabiskan waktu "10.000 jam" untuk membiasakan diri dengan alat pengodean AI, "itu merupakan keuntungan yang sangat besar."
3. Jadi Miliarder Termuda di Dunia
Wang ikut mendirikan Scale AI, sebuah perusahaan rintisan (startup) pelabelan data untuk pelatihan AI, pada tahun 2016 setelah keluar dari MIT usai tahun pertamanya. Ia memimpin perusahaan tersebut sebagai CEO selama hampir satu dekade. Pertumbuhan perusahaan rintisan ini menjadikannya miliarder mandiri (self-made billionaire) termuda di dunia, dengan kekayaan bersih sebesar USD2 miliar, menurut Forbes.Terkait: CEO Startup "Vibe Coding" Bernilai Miliaran Dolar Mengatakan Anda Bisa Masuk ke Industri Teknologi Tanpa Gelar Ilmu Komputer
Pada bulan Juni, Wang mengumumkan akan meninggalkan perusahaan tersebut untuk bergabung dengan Meta. Meta telah berinvestasi sebesar USD14,3 miliar di Scale AI dengan imbalan kepemilikan saham sebesar 49 dan akses terhadap talenta baru, termasuk Wang. Investasi tersebut meningkatkan valuasi Scale AI lebih dari dua kali lipat, dari USD14 miliar menjadi USD29 miliar.
Wang, yang kini menjabat sebagai Chief AI Officer di Meta, mengatakan dalam sebuah siniar (podcast) bahwa kemampuan AI untuk menulis kode merupakan terobosan besar yang mengubah pandangannya secara radikal.
"Sulit untuk menggambarkan betapa radikalnya perubahan pandangan saya akibat kemampuan AI dalam menulis kode," ujar Wang. "Menurut saya, pada dasarnya peran seorang insinyur saat ini sangat berbeda dibandingkan sebelumnya."
Wang memprediksi bahwa dalam lima tahun ke depan, model AI akan mampu menghasilkan kode dalam jumlah besar, termasuk "benar-benar semua kode" yang pernah ia tulis.






