Tangan Kanan Mojtaba: Militer dan Politik Iran Terus Bertransformasi

Tangan Kanan Mojtaba: Militer dan Politik Iran Terus Bertransformasi

Global | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:29
share

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional TertinggiIran, Mohsen Rezaei, mengatakan bahwa strategi pertahanan dan politik Iran telah mengalami perkembangan berkelanjutan, khususnya sejak perang ketiga yang dipaksakan terhadap negara itu. Rezaei dikenal sebagai tangan kanan Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.

Rezaei mengatakan Iran saat ini sangat berbeda secara fundamental dibandingkan negara sebelum perang tersebut, seraya menambahkan bahwa hal yang sama berlaku bagi Amerika Serikat yang "angkuh". Ia menyebutkan bahwa citra Amerika Serikat sebagai kekuatan yang mendambakan perdamaian dan sosok ideal telah berubah di benak generasi muda Iran.

"Saat ini, seluruh dunia memandang Iran dengan cara yang berbeda," ujar Rezaei.

Rezaei mengatakan bahwa setelah beberapa putaran negosiasi dan kegagalan AS dalam memenuhi komitmennya, reformasi perlu dilakukan terhadap pendekatan diplomatik Republik Islam Iran terhadap komunitas internasional.

"Kami tentu akan memanfaatkan semua pelajaran dan pengalaman dari tahun lalu dalam konfrontasi berikutnya, dan perang mendatang pastinya akan berbeda dari perang ketiga yang dipaksakan itu," ujarnya, dilansir Al Mayadeen.

Rezaei menambahkan bahwa Iran akan melakukan perubahan dalam cara menangani konfrontasi di masa depan, seraya menuduh Amerika Serikat mengkhianati negosiasi, diplomasi, dan komitmennya sendiri.

"Dampak dari persatuan rakyat Iran dalam menghadapi musuh tidak kalah signifikannya dibandingkan peran platform peluncuran senjata," katanya, seraya menambahkan bahwa Iran akan menyaksikan perubahan dalam pengelolaan perang, diplomasi, serta urusan politik dan sosial, dengan hadirnya kemampuan-kemampuan baru di kancah tersebut.

Rezaei mengatakan dunia telah melihat—menyusul agresi militer AS terhadap Iran—bahwa sebuah negara yang memiliki bom nuklir akan lebih efektif daripada ratusan pesawat F-35.

"Reputasi F-35 telah hancur di Iran," ujarnya, seraya menambahkan bahwa negara-negara Arab tidak lagi memercayai persenjataan AS. Rezaei juga menyatakan bahwa publik Amerika menentang perang melawan Iran dan tidak mendukung militer atau pemerintah AS, sembari menegaskan bahwa rakyat dan pemerintah Iran tetap bersatu mendukung angkatan bersenjata negara tersebut.Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat telah merasa "sangat kecewa" dengan serangan militer dan kini meyakini bahwa mereka dapat mendukung langkah-langkah militer melalui blokade ekonomi.

Menurut Rezaei, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah menjanjikan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa Iran akan menyerah jika dikenai blokade ekonomi selama dua, tiga, atau enam bulan.

"Dunia telah menyadari bahwa ancaman dan unjuk kekuatan Trump hanyalah omong kosong belaka," ujar Rezaei, seraya menambahkan bahwa Trump kini terisolasi dan bergantung pada NATO serta sekutu-sekutunya untuk mendapatkan bantuan.

Rezaei lebih lanjut mengatakan bahwa selama bertahun-tahun Iran telah belajar cara menyiasati sanksi dan terus menjual minyaknya, serta menggambarkan ketahanan ekonomi sebagai salah satu komponen strategi Teheran dalam menghadapi tekanan.

Topik Menarik