Warga Palestina Ungkap Kekejaman Penjajah Israel di Tepi Barat: Jangan Keluar, Nanti Kamu Dibunuh

Warga Palestina Ungkap Kekejaman Penjajah Israel di Tepi Barat: Jangan Keluar, Nanti Kamu Dibunuh

Global | sindonews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:28
share

Warga Palestina di desa Qusra, Tepi Barat, diperintahkan meninggalkan rumah mereka setelah dikepung selama berhari-hari dan mengalami serangan berulang kali oleh penjajah Israel. Pasukan Israel (IDF) menetapkan wilayah tersebut sebagai zona militer tertutup dengan dalih melindungi warga sipil.

Dalam wawancara dengan Charlotte Dubenskij dari RT, Han Abdul Karim Hassan—seorang warga Palestina di Qusra yang terjebak dalam pengepungan—mengatakan IDF menetapkan desa tersebut sebagai zona militer setelah membiarkan aksi teror oleh para penjajah Israel berlangsung selama berhari-hari.

"Tentara datang dan memasuki area ini saat saya sedang berdiri di sini, disertai rombongan besar pemukim, jadi saya bertanya kepada mereka, 'Bukankah kalian datang ke sini karena ulah para pemukim itu?'" ujar Hassan. "Lalu mereka memerintahkan kami untuk segera mengosongkan rumah."

"Kemudian anak perempuan saya menelepon, dan saya melarangnya keluar; dengan kata lain, saya bilang padanya, 'Jangan keluar karena nanti kamu dibunuh,'" tambahnya.

Hassan menegaskan para penjajah Yahudi mendirikan pos terdepan di sana pada bulan Januari, lalu melancarkan serangan dan intimidasi setiap hari. Ia mengatakan mereka merusak gerbang pertanian dan pintu rumah, memblokir jalan, serta memutus aliran listrik, air, dan pasokan makanan.

"Situasi ini sudah berlangsung selama dua minggu, dan mereka masih belum menyelesaikannya," tambahnya. "Anak-anak saya kelelahan; mereka terkurung di dalam rumah."

Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak Perang Enam Hari tahun 1967, merupakan tempat tinggal bagi sekitar 3 juta warga Palestina dan sekitar 500.000 penjajah Israel yang menghuni puluhan permukiman—yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Awal tahun ini, Israel mengalokasikan dana sebesar 1,3 miliar shekel (USD431 juta dolar) untuk pembangunan 34 permukiman baru di Tepi Barat, di tengah kritik terhadap kebijakan ekspansionisnya dari PBB, negara-negara Arab, dan anggota Uni Eropa.

Kekerasan yang dilakukan para penjajah terhadap warga Palestina juga meningkat tajam sejak serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza.

Baca juga: Kepung Rumah Keluarga Palestina-Amerika, Dubes AS Huckabee Sebut Pemukim Israel Teroris

Topik Menarik