Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Delegasi negosiasi Hamas berangkat ke Kairo pada hari Selasa (28/7/2026) untuk melanjutkan diskusi tentang implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza. Langkah itu seiring pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang terus berlanjut dan negosiasi tentang masa depan pascaperang di wilayah tersebut semakin intensif.
Hamas mengatakan delegasinya akan bertemu dengan pejabat Mesir dan mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki, selain mengadakan konsultasi dengan faksi-faksi Palestina dan kekuatan politik.
Menurut gerakan tersebut, diskusi akan fokus pada penguatan gencatan senjata, memastikan implementasi semua komitmen yang terkandung dalam perjanjian, dan maju ke fase kedua.
Situasi Kemanusiaan
Hamas mengatakan pembicaraan juga akan membahas kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza, di mana pembatasan pengiriman bantuan dan dampak genosida Israel terus berdampak pada warga sipil.Gerakan tersebut menuduh Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata melalui serangan berkelanjutan di seluruh Gaza, pembatasan bantuan kemanusiaan, dan penundaan dalam mengimplementasikan kewajiban yang telah disepakati.Sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 1.200 warga Palestina dan melukai hampir 4.000 lainnya.
Tata Kelola Pasca Perang
Putaran negosiasi terbaru bertepatan dengan persetujuan prinsip Israel atas proposal untuk memperkenalkan apa yang disebut Dewan Perdamaian dan pasukan multinasional ke Gaza sebagai bagian dari rencana tata kelola percontohan yang berpusat di Rafah.Menurut laporan media Israel, proposal tersebut akan membuat komite teknokrat Palestina mengelola wilayah di luar kendali Hamas dengan dukungan dari pasukan stabilisasi internasional, sementara Israel akan mempertahankan otoritas militer dan pengawasan yang luas atas inisiatif tersebut.
Proposal tersebut telah menimbulkan pertanyaan baru tentang visi yang bersaing untuk administrasi Gaza setelah perang genosida Israel, karena para mediator terus berupaya menerapkan perjanjian gencatan senjata dan memindahkan negosiasi ke fase kedua.
Baca juga: Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi






