Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
MediaIran, Tasnim News Agency, telah merilis video singkat yang memberikan arahan kepada calon eksekutor tentang cara membunuh Ibu Negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump. Secret Service (Dinas Rahasia) AS langsung turun tangan menyelidiki ancaman tersebut.
Video berdurasi dua menit itu memberikan detail lokasi belanja favorit Melania di New York dan metode yang digunakan oleh Dinas Rahasia untuk melindunginya.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Video itu sebagian besar dibuat dengan menggunakan artificial intelligence (AI). Di antara detail tersebut adalah nama sandi Dinas Rahasia dan taktik yang digunakan oleh badan itu untuk mencegah Melania terpapar bom.
“Obsesi Melania terhadap mode telah menjadi kelemahan terbesarnya,” demikian narasi dalam video tersebut.
Video itu kemudian mencantumkan beberapa toko favorit Melania beserta alamatnya. “Tempat-tempat ini bisa cocok untuk operasi para pejuang kebebasan global,” imbuh narasi video itu.Lebih lanjut, video itu menjelaskan bagaimana calon eksekutor dapat meracuni pakaian di rak-rak toko desainer favorit Melania.“Untuk mencemari pakaian, Anda dapat menggunakan agen saraf VX, cairan berminyak, tidak berbau, dan tidak berasa. “(Zat ini) masuk ke dalam tubuh melalui kontak kulit dan membunuh korban setelah dua hingga 18 jam," papar narasi video tersebut.
Bahkan, video yang dirilis itu juga menyebutkan nama anggota tim penata gaya Melania, dan mengeklaim baha mereka mungkin tergoda untuk mengkhianati Ibu Negara AS demi uang. “Ini baru permulaan,” demikian video tersebut diakhiri dengan pesan: “Barron Trump, tunggu kami.”
Tasnim News Agency berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Sementara itu, Dinas Rahasia AS mengatakan kepada Newsweek, Senin (27/7/2026), bahwa mereka mengetahui adanya video ancaman yang menargetkan Ibu Negara Melania Trump.
"Dinas Rahasia mengetahui video tersebut dan menyelidiki apa pun yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap orang-orang yang kami lindungi," kata Nate Herring, spesialis urusan publik utama di kantor Komunikasi dan Hubungan Media Dinas Rahasia AS.
"Karena kekhawatiran akan keamanan operasional, kami tidak membahas masalah intelijen perlindungan," imbuh Herring.






