Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diam-diam telah terbang dengan pesawat Wings of Zion ke Washington untuk menemui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pemimpin rezim Zionis itu tidak mengumumkan perjalanannya setelah khawatir keamanannya terancam oleh Iran.
Beberapa menit sebelum landas dari Pangkalan Angkatan Udara Israel pada hari Senin, Netanyahu melalui video mengatakan bahwa Iran akan menjadi agenda utama dalam pertemuannya dengan Trump.
Baca Juga: Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
“Di masa-masa yang kompleks ini, kita harus bertindak dengan tekad yang kuat dan kebijaksanaan yang besar,” katanya dalam pernyataan video berbahasa Ibrani, bersama istrinya Sara, di pintu masuk pesawat Wings of Zion.
“Kita akan membahas semua isu dalam agenda, terutama Iran. Tentu saja, tujuan kita adalah untuk menjaga keamanan kita sekaligus memperluas lingkaran perdamaian di sekitar kita," lanjut dia.Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Menurut laporan Times of Israel, Selasa (28/7/2026), Netanyahu terbang dari Pangkalan Angkatan Udara, bukan Bandara Internasional Ben Gurion karena alasan keamanan. Pernyataan videonya baru dirilis setelah keberangkatannya dikonfirmasi secara terlambat.“Saya memulai misi ini dengan satu tujuan yang jelas,” kata Netanyahu. “Untuk memastikan keamanan, kekuatan, dan masa depan Negara Israel tercinta kita.”
Netanyahu dijadwalkan bertemu Trump pada hari Selasa pukul 11.00 pagi waktu Washington, setelah lebih dari lima bulan sejak pertemuan terakhir mereka. Jadwalnya akan mencakup menghadiri upacara peringatan untuk mendiang senator Partai Republik pro-Israel; Lindsey Graham.
Kunjungan Netanyahu terjadi selama jeda dalam perang Timur Tengah setelah 13 hari peningkatan serangan udara AS terhadap Iran dan serangan balasan Iran terhadap aset-aset AS di Timur Tengah.
Pentagon menangguhkan kampanye pengeboman terhadap Iran pada Jumat malam, dan tak ada laporan serangan pada hari Sabtu atau pun Minggu. Iran, yang telah membalas setiap serangan AS juga menahan diri, dengan mengatakan akan terus melakukan serangan selama AS juga melakukannya.
Lawatan Netanyahu ini akan menjadi pertemuan pertamanya dengan Trump sejak sebelum pecahnya perang Iran pada 28 Februari.Keduanya terakhir bertemu pada 11 Februari di Gedung Putih, di mana Netanyahu menyampaikan pidato penting di Situation Room agar AS bergabung dengan Israel dalam perang lain, yang mencakup serangkaian prediksi yang tidak terwujud.
Trump telah mempertimbangkan serangan besar lainnya setelah nota kesepahaman (MoU) yang ditandatanganinya bulan lalu untuk mengakhiri perang gagal karena perselisihan mengenai kendali Selat Hormuz.
Keberangkatan Rahasia Netanyahu
Netanyahu meninggalkan Israel dalam keadaan yang menimbulkan kecurigaan. Kantornya tidak memberikan penjelasan mengapa dia lepas landas dari Pangkalan Udara Nevatim, bukan Bandara Ben Gurion, dan juga tidak mempublikasikan sebelumnya waktu keberangkatannya.Menurut laporan Channel 12, perpindahan ke pangkalan militer merupakan pertimbangan keamanan yang diambil mengingat potensi ancaman dari Iran. Pertemuan kabinet Netanyahu pada hari Minggu dipindahkan dari kantornya ke lokasi bawah tanah yang dirahasiakan.
Kantor Netanyahu juga tidak mengizinkan rombongan media diplomatik Israel untuk ikut bersamanya menggunakan pesawat Wing of Zion yang didanai oleh pajak. Tidak ada penjelasan yang diberikan untuk langkah tersebut, meskipun ini bukan pertama kalinya Kantor Perdana Menteri memaksa jurnalis untuk mencari jalan sendiri ke AS, dan hubungannya dengan pers sudah lama dingin.
Pemimpin oposisi Yair Lapid juga terbang ke Washington untuk menghadiri pemakaman Graham, dan akan berpartisipasi dalam sebuah acara di Atlantic Council.






