20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang

20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang

Global | sindonews | Jum'at, 10 Juli 2026 - 09:41
share

Lebih dari 20 kapal perang Amerika Serikat (AS) berkeliaran di perairan seluruh Timur Tengah sejak Rabu dengan dalih patroli keamanan. Patroli itu dimulai ketika Amerika menyerang wilayah Iran, yang dibalas Teheran dengan membombardir pangkalan Amerika di Bahrain dan Kuwait.

Amerika menyerang wilayah Iran pada Rabu dengan alasan merespons serangan rudal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz pada awal pekan ini. Kedua pihak saling serang yang berlanjut hingga Kamis kemarin.

Baca Juga: 10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa lebih dari 20 kapal perang AS telah berpatroli di perairan seluruh Timur Tengah.

"Hari ini [Rabu], lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS sedang berpatroli di perairan seluruh Timur Tengah karena pasukan CENTCOM terus mempromosikan keamanan dan stabilitas regional. Bulan lalu, kapal perang dan pesawat Angkatan Laut AS melintasi Laut Arab dalam formasi rapat," tulis CENTCOM di X.

Sebelumnya, berbicara dari KTT NATO di Ankara, Trump mengancam Iran dan menyatakan kerangka perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada 17 Juni telah berakhir."Kesepakatan gencatan senjata telah berakhir. Karena orang Iran adalah sampah. Bahwa rakyat Iran sakit yang dipimpin oleh orang-orang sakit," katanya. "Mereka adalah orang-orang yang kejam dan bengis," imbuh Trump.

Pada hari Kamis, militer AS kembali menyerang wilayah Iran dengan mengklaim telah menghancurkan puluhan target. IRGC pun membalas dengan menyerang pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain. IRGC juga menyerang pangkalan Yordania yang dioperasikan AS dan Pusat Komando AS di Timur Tengah dengan 10 rudal balistik.

"Jika militer AS yang teroris mengulangi agresinya, pangkalan AS lainnya di wilayah tersebut tidak akan aman dari tembakan berat kami," kata IRGC.

Sekadar diketahui, Pusat Komando Amerika di Timur Tengah bermarkas di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Pihak Qatar sebelumnya juga mengeluarkan peringatan darurat.

Sementara itu, militer Yordania mengeklaim telah mencegat delapan rudal yang ditembakkan dari Iran. "Sistem pertahanan udara Yordania mencegat dan menembak jatuh, hari ini, Kamis, delapan rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Yordania," kata militer kerajaan tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP, Jumat (10/7/2026)."Pencegatan ini mengakibatkan jatuhnya sejumlah pecahan, tanpa korban jiwa atau kerusakan material," lanjut pernyataan tersebut. "Kami tidak akan mengizinkan pelanggaran wilayah udara Yordania oleh pihak mana pun," imbuh militer Yordania.

Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani sebelumnya mengatakan bahwa sirene diaktifkan setelah wilayah udara mereka dilanggar oleh rudal yang diluncurkan dari Iran. "Rudal tersebut telah ditangani dan dicegat," katanya.

Ini adalah pertama kalinya Yordania mengumumkan pencegatan proyektil Iran sejak 11 Juni, ketika tentara kerajaan tersebut melaporkan menembak jatuh 20 rudal setelah IRGC Iran menyatakan bahwa mereka telah menargetkan basis militer Amerika di Yordania sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap Iran.

Daerah Al-Azraq menjadi lokasi pangkalan udara Yordania tempat pasukan AS, Jerman, Belgia, dan Prancis sebelumnya beroperasi sebagai bagian dari kampanye melawan kelompok Islamic State atau ISIS.

Amman menegaskan bahwa Yordania tidak menampung pangkalan militer asing, tetapi pasukan terbatas dari beberapa negara ditempatkan di beberapa pangkalan militer Yordania berdasarkan perjanjian kerja sama dan pelatihan.

Pada awal April, militer Yordania mengumumkan bahwa 281 rudal dan drone dari Iran telah menargetkan kerajaan tersebut sejak dimulainya perang Timur Tengah pada 28 Februari, dan menambahkan bahwa 261 di antaranya berhasil dicegat.

Pihak berwenang mengatakan 30 orang terluka dalam serangan tersebut, dan semuanya telah dipulangkan dari rumah sakit.

Topik Menarik