10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan mereka telah menyerang Pusat Komando dan Kontrol Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah serta Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania yang dioperasikan Amerika. Serangan dengan 10 rudal balistik ini diluncurkan pada Kamis.
Hari Kamis merupakan hari kedua aksi saling serang antara AS dan Iran, termasuk puluhan serangan Amerika terhadap Republik Islam, yang menguji gencatan senjata yang rapuh saat kedua pihak bertempur memperebutkan kendali Selat Hormuz yang strategis.
Baca Juga: AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Pada hari tersebut, mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei juga dimakamkan setelah prosesi besar-besaran selama hampir sepekan.
"Jika militer AS yang teroris mengulangi agresinya, pangkalan AS lainnya di wilayah tersebut tidak akan aman dari tembakan berat kami," kata IRGC.
Sekadar diketahui, Pusat Komando Amerika di Timur Tengah bermarkas di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Pihak Qatar sebelumnya juga mengeluarkan peringatan darurat.Sementara itu, militer Yordania mengeklaim telah mencegat delapan rudal yang ditembakkan dari Iran. "Sistem pertahanan udara Yordania mencegat dan menembak jatuh, hari ini, Kamis, delapan rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Yordania," kata militer kerajaan tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP, Jumat (10/7/2026)."Pencegatan ini mengakibatkan jatuhnya sejumlah pecahan, tanpa korban jiwa atau kerusakan material," lanjut pernyataan tersebut. "Kami tidak akan mengizinkan pelanggaran wilayah udara Yordania oleh pihak mana pun," imbuh militer Yordania.
Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani sebelumnya mengatakan bahwa sirene diaktifkan setelah wilayah udara mereka dilanggar oleh rudal yang diluncurkan dari Iran. "Rudal tersebut telah ditangani dan dicegat," katanya.
Ini adalah pertama kalinya Yordania mengumumkan pencegatan proyektil Iran sejak 11 Juni, ketika tentara kerajaan tersebut melaporkan menembak jatuh 20 rudal setelah IRGC Iran menyatakan bahwa mereka telah menargetkan basis militer Amerika di Yordania sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap Iran.
Daerah Al-Azraq menjadi lokasi pangkalan udara Yordania tempat pasukan AS, Jerman, Belgia, dan Prancis sebelumnya beroperasi sebagai bagian dari kampanye melawan kelompok Islamic State atau ISIS.Amman menegaskan bahwa Yordania tidak menampung pangkalan militer asing, tetapi pasukan terbatas dari beberapa negara ditempatkan di beberapa pangkalan militer Yordania berdasarkan perjanjian kerja sama dan pelatihan.
Pada awal April, militer Yordania mengumumkan bahwa 281 rudal dan drone dari Iran telah menargetkan kerajaan tersebut sejak dimulainya perang Timur Tengah pada 28 Februari, dan menambahkan bahwa 261 di antaranya berhasil dicegat.
Pihak berwenang mengatakan 30 orang terluka dalam serangan tersebut, dan semuanya telah dipulangkan dari rumah sakit.





