Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Oman telah menawarkan kepada Amerika Serikat satu rencana pasca-perang tentang pengumpulan pembayaran untuk kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz. Tawaran itu muncul meskipun Washington secara terbuka menyerukan agar jalur air tersebut tetap bebas biaya.
Media melaporkan pada hari Selasa (30/6/2026), mengutip seorang pejabat Iran dan diplomat yang mengetahui hal tersebut.
Proposal Oman menunjukkan perusahaan pelayaran akan membayar biaya layanan untuk menggunakan selat tersebut. Gagasan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di antara para negosiator AS, yang bermaksud mengadakan diskusi lebih lanjut tentang masalah ini, kata laporan itu.
Tidak jelas dari sumber-sumber internal apakah biaya tersebut akan bersifat sukarela atau wajib, tambah laporan itu.
Pada 20 Juni, Presiden AS Donald Trump mengatakan perjalanan kapal melalui Selat Hormuz akan gratis selama gencatan senjata 60 hari dan seterusnya, tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan Amerika Serikat dapat menuntut biaya untuk menggunakan jalur laut tersebut.Pada malam tanggal 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum secara jarak jauh yang menjamin berakhirnya konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.
Dokumen tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga: Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis









