Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Global | sindonews | Kamis, 11 Juni 2026 - 21:30
share

Israel mengalokasikan 152 juta shekel (USD51 juta atau Rp917 miliar) untuk mempersiapkan rencana pembangunan 69 permukiman dan pos terdepan ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Laporan itu diungkap kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now, pada hari Kamis (11/6/2026), seperti dilaporkan Anadolu.

Alokasi tersebut dilakukan selama pemungutan suara melalui telepon oleh para menteri pekan lalu, kata kelompok itu dalam pernyataan.

Mereka menambahkan pemerintah Israel juga sedang mempersiapkan rancangan resolusi untuk mengalokasikan lebih dari 1 miliar shekel (USD337 juta) untuk membangun permukiman dan pos terdepan ilegal baru di wilayah yang diduduki.

Peace Now mengatakan keputusan tersebut mengalokasikan dana kepada Kementerian Perumahan untuk menyelesaikan prosedur perencanaan awal untuk permukiman yang dilegalkan oleh pemerintah antara tahun 2023 dan 2025, bersama dengan mempersiapkan rencana memperluas pembangunan permukiman di Tepi Barat.

Tidak ada komentar langsung dari pemerintah mengenai laporan tersebut.Satu laporan terpisah oleh Axios mengatakan Kabinet Israel diperkirakan akan menyetujui rencana pendanaan untuk pendirian de facto 61 permukiman baru di Tepi Barat.

Laporan tersebut mengatakan pemerintah diperkirakan akan menghabiskan lebih dari USD350 juta selama beberapa tahun untuk mendirikan 61 pemukiman yang baru disetujui.

Rencana tersebut akan membiayai lokasi perumahan sementara, bangunan publik, dan infrastruktur bahkan sebelum perencanaan formal selesai, yang merupakan salah satu perluasan permukiman terbesar dalam beberapa dekade.

Banyak permukiman tersebut berada di daerah-daerah yang secara strategis sensitif seperti Lembah Yordania di sepanjang Jalan Raya 90, Perbukitan Hebron Selatan, dan lokasi yang dimaksudkan untuk menciptakan kesinambungan teritorial antara permukiman yang ada.

“Langkah seperti itu semakin melemahkan prospek negara Palestina di masa depan,” kata laporan tersebut.

Baca juga: Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS

Topik Menarik