3 Strategi Mojtaba Khamenei untuk Menjamin Masa Depan Timur Tengah
Seorang komandan militer senior Iran mengatakan pihak luar tidak akan memiliki tempat di masa depan kawasan ini berdasarkan strategi yang dirancang oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.
Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah pesan pada kesempatan upacara hari Minggu untuk memperingati para martir perang agresi yang baru-baru ini dilakukan AS-Israel terhadap Republik Islam.
“Kami memperingatkan musuh bahwa rencana dan strategi Pemimpin untuk ‘mengelola Teluk Persia dan Selat Hormuz’ akan menjamin masa depan kawasan ini dan tatanan regional dan internasional baru dalam kerangka strategi ‘Iran yang kuat’, di mana orang asing tidak akan memiliki tempat,” kata Abdollahi.
3 Strategi Mojtaba Khamenei untuk Menjamin Masa Depan Timur Tengah
1. Menjaga Martabat Bangsa Iran
Ia menambahkan bahwa martabat dan kebesaran bangsa Iran pada titik paling sensitif dalam sejarah umat manusia modern dan perlawanannya dalam menghadapi musuh AS-Israel menandai “salah satu peristiwa sejarah yang paling menakjubkan” dan mempersiapkan landasan bagi geometri kekuatan global baru yang berpusat pada Iran.Di tengah pertahanan suci ketiga melawan musuh, ia menekankan, Iran membutuhkan kewaspadaan dan intelijen yang lebih besar.
"Bangsa Iran akan terus berdiri teguh untuk hak dan kepentingan absolutnya dan menyerukan kepada semua orang untuk melanjutkan jalan terang para syuhada dan mengikuti pedoman Ayatollah Khamenei," katanya.
2. Melanjutkan Perlawanan
Jenderal Abdollahi menekankan pentingnya melanjutkan perlawanan, keteguhan, kewaspadaan, dan intelijen terhadap musuh AS-Israel, dengan mengatakan bahwa Iran akan mengamankan kawasan Teluk Persia dengan menghilangkan penyalahgunaan jalur air ini oleh musuh, dan akan membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi semua negara di kawasan tersebut.Mojtaba Khamenei Jalankan Komunikasi Rahasia dengan Menulis Surat, Disegel dan Dikirim visa Kurir
Jenderal Iran tersebut menegaskan kembali bahwa Angkatan Bersenjata yang kuat akan memaksakan otoritas dan kebanggaan Iran kepada musuh.
3. IRGC Jadi Garda Terdepan Melawan Musuh
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan Angkatan Bersenjata Iran siap memberikan respons “menghancurkan dan mengerikan” kepada musuh jika mereka melancarkan perang agresi baru terhadap negara tersebut.“Kami sepenuhnya siap untuk memberikan respons yang keras dan mengerikan terhadap segala bentuk agresi,” tegas Abdollahi.
Agresi kriminal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran, termasuk Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Angkatan Bersenjata Iran merespons dengan melancarkan operasi rudal dan drone harian yang menargetkan lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di seluruh wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Iran membalas serangan tersebut dengan menutup Selat Hormuz, yang mengakibatkan peningkatan signifikan harga minyak dan produk turunannya.
Pada 8 April, empat puluh hari setelah perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan antara Iran dan AS mulai berlaku.










