Kisah Penipu Paling Setia: Palsukan Slip Pembayaran RS hingga 4 Tahun demi Selamatkan Nyawa Istri
Liao Dan, seorang mantan pekerja pabrik di Beijing, telah dijuluki publik China sebagai "penipu paling setia". Dia telah memalsukan slip pembayaran rumah sakit (RS) selama empat tahun demi menyelamatkan nyawa istrinya.
Liao Dan, yang hanya berbekal pendidikan sekolah menengah, telah hidup di pinggiran kota bersama istrinya; Du Jinling, dan putra mereka setelah tempat kerja mereka tutup.
Baca Juga: Jadi Selebriti, Kerbau Albino Bernama Donald Trump Akan Disembelih saat Iduladha
Kesulitan mereka memburuk pada tahun 2007, ketika Du didiagnosis menderita uremia berat dan diberitahu bahwa dia membutuhkan dialisis tiga kali seminggu untuk bertahan hidup.
Perawatan tersebut menelan biaya lebih dari 5.000 yuan (USD730) per bulan, menurut laporan The Beijing News, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Senin (25/5/2026).
Dalam beberapa minggu, Liao telah menghabiskan tabungan keluarga dan terpaksa membawa istrinya pulang dari rumah sakit.Liao mencoba mengajukan klaim penggantian biaya asuransi kesehatan, tetapi Du tidak memenuhi syarat karena Du tidak memiliki kartu identitas penduduk Beijing.Liao, yang menderita diabetes dan pernah mengalami luka borok parah di kedua kakinya, terjebak di antara kemiskinan, penyakit, dan sistem yang tidak dapat dia atasi.
Suatu hari, saat membayar biaya rumah sakit, dia menyadari adanya celah. Staf tampaknya hanya memeriksa apakah kuitansi tersebut memiliki stempel resmi, tanpa memeriksa secara teliti jumlah yang dibayarkan.
Karena putus asa, Liao mengubah celah tersebut menjadi kejahatan. Setelah menghubungi pembuat stempel palsu, dia memalsukan stempel rumah sakit dan mulai menyerahkan kuitansi palsu alih-alih membayar biaya penuh.
Penipuan itu berlangsung selama empat tahun, memungkinkan dialisis Du berlanjut tanpa gangguan.Skema tersebut terbongkar pada September 2011, ketika rumah sakit meningkatkan sistem penagihannya dan menemukan catatan pembayaran yang hilang. Penyidik polisi kemudian menemukan 49 kuitansi palsu yang melibatkan lebih dari 172.000 yuan (USD25.000).
Kasus ini berlanjut ke pengadilan. Dalam sidang, Liao mengaku bersalah.
Dia menutupi wajahnya dan menangis saat mengatakan kepada hakim: “Saya telah didorong hingga titik di mana tidak ada jalan lain. Saya hanya ingin istri saya hidup.”
Kasus ini membangkitkan simpati nasional, banyak yang menggambarkannya sebagai kisah cinta yang tragis dan menjuluki Liao sebagai “penipu paling setia” di China.
Seorang pejabat dari Zhuhai di China selatan dan para simpatisan lainnya menyumbangkan lebih dari 500.000 yuan (USD73.000), memungkinkan Liao untuk membayar kembali rumah sakit, dengan sisanya digunakan untuk perawatan Du.Pada Desember 2012, Liao dinyatakan bersalah atas penipuan dan dijatuhi hukuman penjara tiga tahun, ditangguhkan selama empat tahun, ditambah denda 3.000 yuan (USD440).
Putusan tersebut memungkinkannya untuk tetap tinggal di rumah dan merawat istrinya sambil menjalani hukuman percobaan.
Liao mengatakan kepada media bahwa dia tidak berpendidikan dan tidak tahu bagaimana mendefinisikan cinta.
“Saya hanya merasa bahwa seseorang harus memiliki hati nurani. Dia sakit. Saya tidak bisa membiarkannya mati begitu saja," ujarnya.
Namun, Du pada akhirnya meninggal karena gagal multi-organ pada Mei 2016.Liao mengatakan kepada media bahwa kematiannya begitu tiba-tiba sehingga dia tidak meninggalkan kata-kata terakhir, membuatnya merasa “kosong di dalam".
“Tidak peduli betapa sulitnya hidup, kami tidak pernah sekalipun berpikir untuk bercerai. Setiap yuan yang saya miliki digunakan untuk menjaga agar dia tetap hidup,” imbuh dia.
Kisah ini baru-baru ini muncul kembali di internet, dengan video terkait yang menarik jutaan penonton dan lebih dari 400.000 like.
Seorang pengguna daring bertanya: “Jika asuransi kesehatan lebih mudah diakses oleh warga migran pada saat itu, apakah Liao akan terpaksa menempuh jalan ilegal?”
“Kasus Liao membantu mendorong peningkatan sistem asuransi kesehatan. Saat ini, dialisis untuk pasien uremia dapat diganti biayanya hingga 90 persen,” kata pengguna lain.










