Usai Netanyahu dan Bos Mossad, Jenderal Tertinggi Israel Diam-diam Kunjungi UEA saat Perang Iran
Sebuah laporan media Zionis pada Jumat mengungkap Kepala Staf Pasukan Pertahahan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir diam-diam berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) selama perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.
Laporan itu muncul setelah Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA selama perang Iran. The Wall Street Journal baru-baru ini juga melaporkan kepala Mossad David Barnea berkunjung ke UEA dua kali, yakni Maret dan April.
Baca Juga: UEA Gagal Bujuk Arab Saudi dan Qatar untuk Perang Gabungan Keroyok Iran
Laporan kunjungan rahasia Zamir adalah pengungkapan memalukan terbaru bagi Abu Dhabi yang minggu ini secara terbuka membantah klaim pemerintah Israel bahwa Netanyahu diam-diam mengunjungi negara Arab Teluk tersebut.
Menurut lembaga penyiaran publik Israel, Kan, Zamir mengadakan pembicaraan dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed dan pejabat keamanan setempat.Gedung Putih Ungkap Putaran Perundingan Selanjutnya dengan Iran Sangat Mungkin di Islamabad
Kantor Netanyahu mengatakan pada hari Rabu bahwa Netanyahu telah bertemu dengan pemimpin UEA di Abu Dhabi selama perang Iran, menggambarkan kunjungan tersebut sebagai "terobosan bersejarah". Seorang mantan juru bicara perdana menteri yang mengeklaim telah ikut dalam kunjungan tersebut menulis di media sosial bahwa Abu Dhabi memberi Netanyahu—yang diburu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Gaza—, "sambutan yang layak untuk raja".
Namun UEA bersikeras bahwa kunjungan itu tidak pernah terjadi, dengan Kementerian Luar Negeri-nya menggambarkan klaim Netanyahu sebagai "sama sekali tidak berdasar".
Para pejabat Emirat dilaporkan telah menyatakan kemarahan kepada pemerintah Israel tentang kebocoran tersebut.
"Warga Emirat sangat marah. Ini bukan pertama kalinya kebocoran seperti itu terjadi dari kantor perdana menteri, dan itulah mengapa Netanyahu telah dikecualikan dan tidak dapat mengunjungi tempat itu selama bertahun-tahun," kata sumber yang dikutip oleh i24 Israel.
Laporan media Israel lainnya tampaknya mendukung klaim Netanyahu. "Bibi datang ke sini karena dia ingin menunjukkan bahwa dia tidak meninggalkan sekutunya," kata seorang pejabat Emirat seperti dikutip oleh Israel Hayom.Kebocoran ini terjadi ketika UEA terus menghadapi reaksi keras dari publik Arab karena hubungan dekatnya dengan Israel. Abu Dhabi terus memperdalam hubungan bilateralnya dengan Israel di bawah Abraham Accords meskipun terjadi serangan genosida di Gaza dan agresi di seluruh wilayah.
Selama perang Iran, Abu Dhabi dilaporkan telah berbagi intelijen dengan Israel, menerima sistem senjata, dan menampung pasukan Israel di wilayahnya.
UEA juga termasuk di antara negara-negara Arab yang paling agresif terhadap Iran. Laporan Bloomberg pada hari Jumat menyebutkan bahwa Abu Dhabi telah berupaya membujuk negara-negara Arab untuk bersama-sama bergabung dalam serangan AS-Israel terhadap Iran. Namun upaya UEA itu gagal.










