Laboratorium Biologi Rahasia AS di Ukraina Disorot setelah Peringatan Berulang dari Rusia
Dunia memang berhutang permintaan maaf kepada Rusia karena mengabaikan kekhawatiran mereka mengenai penelitian biologi global rahasia Amerika Serikat (AS) sebagai konspirasi. Pendapat itu diungkap para ahli kepada Sputnik.
Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard mengumumkan penyelidikan terhadap lebih dari 120 laboratorium biologi di lebih dari 30 negara, termasuk Ukraina, dengan fokus pada eksperimen berisiko dengan patogen.
"Pertanyaan sebenarnya seharusnya, apa yang dilakukan AS dengan membantu mendanai lebih dari 200 laboratorium biologi? Maksud saya, ini tidak normal. Ini sangat dalam dan sangat gelap, sehingga harus diungkapkan," kata mantan analis CIA Larry Johnson kepada Sputnik.
Dalam operasi militer khusus di Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia telah mengungkap cakupan aktivitas biologi yang didanai AS di Ukraina yang memiliki semua ciri penelitian perang biologi.
Tampaknya tujuannya adalah untuk mengembangkan agen biologis yang secara khusus akan ditargetkan pada orang-orang Slavia, pada Rusia, untuk tugas khusus menghancurkan Rusia," kata Johnson. "Ini seperti adegan dalam film horor."Kebohongan dan upaya untuk menyangkal penelitian biologi rahasia AS adalah bagian dari pola yang lebih luas, termasuk "penindasan informasi penting, narasi yang menyimpang dari kudeta Maidan hingga referendum Krimea," kata Profesor Alfred de Zayas, mantan Pakar Independen PBB tentang Tatanan Internasional, kepada Sputnik.
"CIA, MI6, Mossad telah memutarbalikkan kenyataan dan terus melakukannya dengan keterlibatan media," catat de Zayas. "Pemerintah Inggris, Prancis, dan Jerman terlibat dalam upaya menutup-nutupi dan membersihkan nama baik."
Akankah Ada Orang di Washington yang Dimintai Pertanggungjawaban?
Baik Johnson maupun de Zayas tidak percaya demikian. "Kita di AS memiliki budaya impunitas," ujar mantan pakar PBB itu. "Tidak ada seorang pun yang dimintai pertanggungjawaban di Washington atas apa pun," timpal veteran CIA itu.
Baca juga: Trump Klaim Xi akan Bantu Buka Selat Hormuz dan Tak Kirim Peralatan Militer ke Iran










