Gara-gara Chat Genit dengan Aktris Iran, Presiden Macron Ditampar Istri

Gara-gara Chat Genit dengan Aktris Iran, Presiden Macron Ditampar Istri

Global | sindonews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 10:40
share

Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat ditampar Ibu Negara Brigitte Macron tepat sebelum mereka keluar dari pesawat dalam kunjungan ke Vietnam tahun lalu. Menurut sebuah buku baru, sang presiden ditampar istri setelah ketahuan saling berikirim chat genit—berupa pesan teks—dengan aktris Iran; Golshifteh Farahani.

Insiden penamparan itu direkam oleh kamera Associated Press pada Mei tahun lalu dan dilaporkan media-media internasional. Itu memicu spekulasi negatif tentang hubungan Macron yang berusia 48 tahun dengan istrinya yang berusia 73 tahun.

Baca Juga:Presiden Macron soal Ditampar Istri dan Videonya Viral: 'Itu Hanya Guyon'

Para pejabat Prancis menepis klaim tentang pertengkaran antara Macron dan istrinya saat itu, dengan mengatakan bahwa pasangan kepala negara itu hanya bercanda dan sedang bermain-main.

Namun, buku yang baru diterbitkan oleh jurnalis Prancis; Florian Tardif, berjudul "An (Almost) Perfect Couple", menyebutkan bahwa Brigitte marah setelah melihat pesan teks dari Farahani yang berusia 42 tahun kepada suaminya.

Tardif mengeklaim bahwa Macron mengirim pesan teks kepada Farahani yang mengatakan hal-hal seperti "Aku menganggapmu sangat cantik". Sementara Farahani mengirim pesan teks kepada pemimpin Prancis itu, "Aku menganggapmu sangat menarik".Brigitte dilaporkan membaca pesan-pesan itu di ponsel Macron tepat sebelum mereka akan turun dari pesawat di Ibu Kota Vietnam, Hanoi, dan insiden penamparan itu pun terjadi.

Terlepas dari sifat genit pesan-pesan teks tersebut, Tardif mengatakan bahwa hubungan antara Farahani dan Macron murni platonis.

"Itulah yang berulang kali dikatakan kepada saya oleh orang-orang di sekitar mereka," kata jurnalis tersebut.

Aktris Iran itu juga beberapa kali membantah tuduhan perselingkuhan antara dirinya dan Macron, setelah akun media sosial Iran mulai menyebarkan rumor tentang hal ini.

"Itu datang bergelombang, muncul, menghilang. Saya menonton, saya mengamati: apa yang bisa saya lakukan? Itu bahkan tidak membuat saya jengkel. Apa gunanya? Pertanyaannya adalah, mengapa orang-orang tertarik pada cerita semacam ini? Saya pikir ada kekurangan cinta pada sebagian orang, dan mereka perlu menciptakan kisah asmara seperti ini untuk mengisinya," kata Farahani, menurut laporan Euronews, Jumat (15/5/2026).Golshifteh Farahani memulai kariernya di Iran tetapi telah tinggal di Prancis sejak 2008, setelah membintangi film Hollywood "Body of Lies".

Pihak berwenang Iran menuduhnya mempromosikan "propaganda Amerika" sambil mengecamnya karena tampil tanpa hijab dalam film tersebut, dan dia tidak diizinkan untuk kembali ke Iran.

Sejak saat itu, dia sering mengkritik pemerintah Iran, mengecam pembatasan terhadap perempuan dan kebebasan artistik.

Topik Menarik