3 Persiapan Iran Hadapi Perang Jilid II, dari Ribuan Rudal hingga 30 Juta Sukarelawan
Iran tak mau terjebak tipu muslihat Amerika Serikat (AS) dan Israel. Mereka tak mau lengah dengan perpanjangan gencatan. Mereka menyiapkan diri untuk menghadapi Perang Jilid II.
3 Persiapan Iran Hadapi Perang Jilid II, dari Ribuan Rudal hingga 30 Juta Sukarelawan
1. Memiliki Ribuan Rudal
Kementerian Pertahanan mengatakan sebagian besar kemampuan rudal Iran masih belum digunakan, sambil menyoroti produksi dalam negeri lebih dari 1.000 jenis senjata di seluruh negeri.Juru bicara Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Sabtu, memuji tingkat kesiapan pertahanan dan pembalasan negara yang tinggi saat ini, meskipun terlibat dalam pertempuran sengit hingga 7 April melawan agresi ilegal habis-habisan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel.
Ia mencatat bagaimana, selama agresi dan sebagai bagian dari operasi pembalasan mereka, Angkatan Bersenjata negara itu mempertahankan dominasi atas wilayah udara di wilayah pendudukan.
Pejabat tersebut memuji bahwa senjata yang saat ini diproduksi di seluruh negeri memiliki jalur produksi yang sepenuhnya dalam negeri.
"Kapasitas ini adalah hasil dari lebih dari 25 tahun investasi dan persiapan di industri pertahanan, sedemikian rupa sehingga bahkan jika beberapa fasilitas rusak, proses produksi dan dukungan terus berlanjut di seluruh wilayah geografis negara," tambahnya, dilansir Press TV. "Dalam proses ini, sekitar 9.000 perusahaan bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata dan Kementerian Pertahanan."
2. Menerapkan Strategi Penutupan
Talaei-Nik mengatakan bahwa Selat Hormuz yang strategis, yang telah ditutup oleh Republik Islam untuk semua lalu lintas sebagai pembalasan atas kelanjutan blokade ilegal Amerika, "telah menjadi pengungkit kendali untuk mewujudkan tuntutan bangsa Iran."Dengan menerapkan strategi penutupan wilayah, Angkatan Bersenjata sejauh ini telah berulang kali membuat pasukan musuh mundur di Teluk Oman dengan menerapkan kontrol yang cerdas dan menyeluruh atas area yang dikepung, demikian pernyataannya.
3. 30 Juta Warga Siap Jadi Sukarelawan
Sementara itu, juru bicara tersebut memuji demonstrasi besar-besaran yang melibatkan jutaan orang di seluruh negeri untuk mendukung rezim Islam negara itu sebagai "mukjizat sosial."Ia mencatat bahwa lebih dari 30 juta orang telah mendaftar dalam kampanye nasional yang menyatakan kes readiness untuk berdiri teguh membela negara dalam menghadapi musuh.
Hal ini, katanya, merupakan contoh mobilisasi massa yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia yang telah menggagalkan upaya musuh untuk memecah belah barisan bangsa.









