AS Cegat Kapal Majestic X di Samudra Hindia, Dituding Bawa Minyak dari Iran

AS Cegat Kapal Majestic X di Samudra Hindia, Dituding Bawa Minyak dari Iran

Global | sindonews | Kamis, 23 April 2026 - 21:33
share

Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) mencegat kapal Majestic X di Samudra Hindia. Kapal itu diduga membawa minyak dari Iran, menurut Pentagon pada hari Kamis (23/4/2026).

"Semalam, pasukan AS melakukan pencegatan maritim dan pemeriksaan kapal tanpa kewarganegaraan yang dikenai sanksi, M/T Majestic X, yang mengangkut minyak dari Iran, di Samudra Hindia dalam wilayah tanggung jawab INDOPACOM," ungkap Pentagon di X.

Sementara itu, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz selama Amerika Serikat melanggar gencatan senjata, termasuk dengan blokade angkatan lautnya, menurut Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada hari Rabu.

"Gencatan senjata penuh hanya masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade angkatan laut dan penyanderaan ekonomi global... Membuka Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan dengan pelanggaran gencatan senjata yang mencolok ini," kata Ghalibaf di X.

Di sisi lain, Intelijen AS meyakini Iran telah mempertahankan kekuatan militer yang signifikan, meskipun pernyataan Amerika bahwa kemampuan pertahanan dan serangan Iran telah dihilangkan, lapor NBC News, mengutip anggota parlemen AS.Data intelijen tersebut bertentangan dengan pernyataan Kepala Pentagon Pete Hegseth, yang mengklaim kendali penuh atas wilayah udara Iran dan penghancuran industri pertahanan Iran, kata laporan itu pada hari Selasa.

Menurut kesaksian yang sebelumnya disampaikan kepada Kongres oleh Letnan Jenderal James Adams, Direktur Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, Iran memiliki ribuan rudal dan drone yang dapat menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan sekutu di seluruh Timur Tengah.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran yang menyebabkan kematian tokoh-tokoh kepemimpinan kunci, sekaligus menimbulkan kerusakan parah dan banyak korban sipil.

Pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa hasil.

Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS memulai blokade pelabuhan Iran. Para mediator berupaya menyelenggarakan putaran pembicaraan baru.

Baca juga: Dunia Hadapi Ancaman Keamanan Energi Terbesar dalam Sejarah

Topik Menarik