Usai Kritik Raffi Ahmad, Vicky Prasetyo Ngaku Gegabah Kini Balik Bela

Usai Kritik Raffi Ahmad, Vicky Prasetyo Ngaku Gegabah Kini Balik Bela

Gaya Hidup | inews | Selasa, 3 November 2026 - 21:10
share

JAKARTA, iNews.id - Sikap Vicky Prasetyo terhadap Raffi Ahmad terkait polemik acara Sumpah Pemuda pada 29 Oktober 2026 berubah. Setelah sebelumnya melontarkan kritik keras kepada Raffi dan sejumlah artis serta influencer yang hadir dalam kegiatan tersebut, Vicky kini justru membela suami Nagita Slavina itu.

Vicky bahkan mengakui dirinya terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa terlebih dahulu mengetahui fakta di balik acara tersebut. Dia juga menyebut seharusnya menghubungi Raffi secara langsung untuk meminta penjelasan sebelum menyampaikan kritik di media sosial.

Perubahan sikap itu disampaikan Vicky melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Selasa (3/11/2026). Dalam pernyataannya, dia mengaku mulai memahami persoalan setelah mengetahui klarifikasi Raffi Ahmad.

Padahal, tiga hari sebelumnya, tepatnya pada 31 Oktober 2026, Vicky sempat mengunggah video berisi kritik terhadap para artis dan influencer yang hadir dalam kegiatan 29 Oktober.

Dalam video tersebut, Vicky menyinggung peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Dia mempertanyakan alasan para artis dan influencer baru muncul sehari setelahnya, bukan bergabung bersama masyarakat dan mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi.

“Kalau niat kalian murni mau turun ke jalan membela negeri, harusnya pada tanggal 28 Oktober kalian berdiri bersama rakyat dan adik-adik mahasiswa. Meneriakkan tuntutan keadilan di bawah terik matahari, bukan malah baru nongol tanggal 29 Oktober merayakan ulang tahun sendiri,” ujar Vicky dalam video sebelumnya.

Vicky bahkan menyebut kehadiran para artis dalam acara tersebut sebagai blunder. Menurutnya, aktivitas berbagi uang maupun giveaway tidak otomatis membuat seseorang terbebas dari kritik publik.

Namun, dalam unggahan terbarunya, Vicky menyampaikan pandangan berbeda. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah ikut menghakimi seseorang hanya karena informasi yang beredar di media sosial.

“Era media sosial hari ini, hal paling mudah yang bisa dilakukan semua orang adalah ikut melempar batu, ikut menghakimi, dan memuaskan amarah publik. Tapi hal paling sulit adalah berhenti sejenak, menelan ego, dan mengakui bahwa kita telah keliru menilai seseorang,” kata Vicky.

Dia menegaskan kritik terhadap persoalan sosial dan kebijakan publik tetap diperlukan. Namun, penilaian terhadap seseorang harus didasarkan pada fakta, bukan sekadar asumsi.

Vicky kemudian menyinggung klarifikasi Raffi Ahmad mengenai kehadirannya dalam acara 29 Oktober. Dia menyebut Raffi tidak mengetahui latar belakang maupun muatan politis di balik agenda tersebut.

“Dan faktanya, seorang Raffi Ahmad sama sekali tidak mengetahui latar belakang maupun muatan politis di balik agenda 29 Oktober. Beliau murni hadir hanya memenuhi undangan profesional tanpa tahu-menahu skenario besar di baliknya,” tuturnya.

Vicky juga secara terbuka mengakui kesalahannya karena terlalu cepat menyimpulkan persoalan. Dia merasa seharusnya menghubungi Raffi terlebih dahulu untuk meminta penjelasan, bukan langsung menyampaikan opini di media sosial.

“Sebagai evaluasi sangat mendasar untuk diri saya pribadi, saya terlalu gegabah dan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu. Sebagai kawan yang saling mengenal, seharusnya langkah pertama yang saya ambil adalah menghubungi yang bersangkutan, bukan malah terburu-buru melempar opini ke panggung media sosial,” kata Vicky.

Dia pun mengingatkan agar kemarahan publik tidak membuat seseorang memberikan penilaian yang keliru kepada pihak lain.

“Kita tidak boleh membiarkan amarah membuat kita zalim. Kita tidak bisa menghukum dan menimpakan sanksi sosial kepada orang yang benar

Topik Menarik