BPOM Selidiki Beeru Stevia usai Viral Dugaan Pemanis Buatan Tak Berlabel
Produk pemanis Beeru Stevia menjadi sorotan setelah Dokter Detektif atau Doktif mengungkap dugaan adanya kandungan pemanis buatan neotame dan sukralosa yang tidak tercantum dalam label komposisi.
Menanggapi polemik tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan telah mengambil langkah untuk menelusuri kandungan produk yang beredar di pasaran.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pihaknya telah memanggil perusahaan terkait untuk meminta klarifikasi sekaligus pertanggungjawaban atas informasi yang beredar. BPOM juga telah mengambil sampel Beeru Stevia yang saat ini beredar untuk menjalani pemeriksaan di laboratorium.
Baca Juga : Benarkah Stevia Lebih Sehat dari Gula? Ini Kata Dokter
“Kita sudah melakukan pemanggilan kepada perusahaan yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dan meminta pertanggungjawaban. Kemudian kita juga sudah melakukan sampling terhadap produk-produk yang beredar,” ujar Taruna saat ditemui di kantor BPOM, Jakarta, Selasa (3/11/2026).Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan apakah kandungan dalam produk sesuai dengan informasi yang tercantum pada label kemasan. Taruna menyebut, hingga saat ini BPOM masih menunggu hasil pengujian dari unit laboratorium.
Jika nantinya ditemukan ketidaksesuaian antara kandungan produk dan keterangan pada label, BPOM dapat mengambil tindakan secara bertahap. Sanksi yang diberikan bisa berupa pencabutan izin edar hingga penarikan produk dari peredaran.
“Kalau memang terbukti ada ketidaksesuaian, tentu kita akan melakukan tindakan secara progresif. Bisa sampai pada pencabutan izin edar, penyitaan produk, dan penghentian distribusi,” jelasnya.
Baca Juga : 5 Pemanis Kopi Alternatif Gula Pasir, Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya
BPOM juga membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke ranah penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan, terlebih jika terbukti menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat.Sebelumnya, Doktif melalui akun Instagram @dokterdetektifreal menyoroti dugaan kandungan neotame dan sukralosa dalam Beeru Stevia. Ia mengklaim hasil pengujian laboratorium independen menunjukkan adanya kandungan pemanis buatan yang tidak tercantum dalam komposisi produk.
Doktif juga menyinggung dugaan kadar kedua pemanis tersebut yang disebut melampaui batas ketentuan BPOM. Ia pun meminta otoritas terkait melakukan pemeriksaan terhadap produk hingga proses produksinya.
Menanggapi klaim hasil pengujian yang beredar di media sosial, Taruna mengatakan BPOM belum dapat menjadikannya sebagai dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran. Menurutnya, hasil pemeriksaan perlu melalui proses validasi, termasuk memastikan laboratorium, metode pengujian, serta sampel yang digunakan.
BPOM bahkan membuka kemungkinan mengundang Doktif untuk menyampaikan hasil pengujian yang dimilikinya, termasuk informasi mengenai laboratorium dan sampel produk yang diperiksa.
Taruna menegaskan pengujian produk tidak bisa hanya mengandalkan hasil dari satu tempat atau laboratorium. Diperlukan proses pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar kesimpulan yang dihasilkan benar-benar akurat.
Sementara itu, di tengah polemik yang berkembang, Beeru Indonesia sebelumnya telah menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya. Perusahaan mengaku sedang menelusuri persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, serta proses produksi Beeru Stevia.
Meski proses produksi ditangani mitra manufaktur, Beeru menyatakan tetap bertanggung jawab sebagai pemilik merek. Perusahaan pun memutuskan menghentikan sementara penjualan Beeru Stevia sampai proses verifikasi selesai.









