Reuni Duo Maia, Mey Chan Kenang Masa Kejayaan: Tur 40 Kota hingga Lupa Lokasi Hotel
Penyanyi Dita Mey Chan baru-baru ini membagikan pengalamannya kembali naik panggung bersama rekan duetnya di Duo Maia, Maia Estianty. Reuni panggung terbuka tersebut membawa memori nostalgia yang sangat mendalam baginya.
Pemilik nama asli Dita Anggraeni ini mengaku atmosfer manggung di hadapan ribuan penonton festival lebih menyenangkan ketimbang tampil di acara-acara resmi.
"Aduh seru banget! Soalnya buat kita, aku sama Bunda (Maia), nyanyi di acara outdoor yang penontonnya seperti itu kan istilahnya GOR ya. Itu tuh vibes-nya lebih fun gitu loh daripada kayak nyanyi-nyanyi formal yang gathering," ujar Meychan saat ditemui awak media di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan belum lama ini.
Menariknya, Meychan merasa penonton masa kini masih memiliki antusiasme yang tingg saat menyaksikan penampilannya. Hanya saja, mereka yang dulu mendengarkan lagu-lagu Duo Maia saat masih anak-anak kini sudah beranjak dewasa.
Baca Juga : Dibantu Maia Estianty untuk Kembali Aktif Bernyanyi, Dita Mey Chan: Dia Murah Hati Banget"Duo Maia ini jangan salah loh, Bunda umurnya 50, saya 40. Jadi maksudnya ketemu anak-anak kecil yang, 'Siapa yang dulu waktu lagu Ingat Kamu masih SD?' itu ada yang angkat tangan kan. Jadi kayak, 'Astaga...' dan mereka itu benar-benar nostalgia karena itu adalah masa kecil mereka," ungkapnya.
Momen reuni tersebut lantas membuat Meychan bernostalgia ke masa kejayaannya bersama Maia sekitar 17 tahun silam. Kala itu, jadwal panggung Duo Maia sangat padat hingga tur keliling puluhan kota di Indonesia.
Saking padatnya jadwal konser saat itu, Meychan mengaku kerap mengalami disorientasi setiap kali terbangun dari tidurnya di kamar hotel.
"Nggak kayak zaman 17 tahun lalu bersama Duo Maia yang tur 40 kota. Karena aku ngalamin masa-masa di mana setiap aku bangun tidur aja dulu zaman Duo Maia, itu aku sampai bangun tidur tuh di hotel dan aku harus nginget, 'Ini di mana ya? Oh, Palangkaraya.' Besoknya kan kita konser kota lain tuh, bangun pagi tuh di hotel lain, 'Ini di mana ya? Oh, Surabaya.' Aku udah lewat masa itu," pungkasnya.









