GBK Disulap Jadi Planet Luar Angkasa! Kanye West Jelajahi Bumi dan Berdiri di Atas Bulan

GBK Disulap Jadi Planet Luar Angkasa! Kanye West Jelajahi Bumi dan Berdiri di Atas Bulan

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:35
share

JAKARTA, iNews.id - Musisi asal Amerika Serikat, Kanye West alias Ye, menghadirkan pertunjukan panggung spektakuler dalam konser Ye Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026) malam. Tak hanya membawa penonton menjelajahi Bumi, Ye juga seolah menaklukkan Bulan lewat instalasi visual raksasa yang memukau puluhan ribu penggemarnya.

Berdasarkan pantauan iNews di lokasi, panggung berbentuk kubah raksasa atau Dome Stage 360 derajat yang berdiri di tengah lapangan menjadi pusat perhatian. Instalasi tersebut dipadukan dengan teknologi projection mapping beresolusi tinggi yang menghadirkan visual dramatis.

Awalnya, permukaan kubah menampilkan hamparan benua dan samudra biru yang menggambarkan planet Bumi. Visual tersebut kemudian bertransisi menjadi permukaan Bulan dengan detail kawah dan bayangan abu-abu keperakan yang terlihat nyata.

Ye berdiri tepat di puncak kubah yang menampilkan permukaan Bulan tersebut. Mengenakan pakaian longgar khasnya, mantan suami Kim Kardashian itu menciptakan pemandangan dramatis seolah sedang berdiri di puncak daratan Bulan.

Dari kejauhan, sosok Ye terlihat menjulang dengan latar atap melingkar SUGBK. Penampilannya semakin dramatis ketika kabut tebal menyelimuti bagian atas kubah, berpadu dengan sorotan lampu spotlight kekuningan yang mengarah langsung ke tubuhnya.

Dari bagian bawah panggung, puluhan berkas laser putih kebiruan ditembakkan ke udara, menembus kabut dan membelah kegelapan malam di kawasan Senayan. Perpaduan efek cahaya dan visual tersebut menciptakan atmosfer pertunjukan bernuansa luar angkasa.

Penonton yang memenuhi area festival pun berulang kali mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen tersebut. Aksi Ye berdiri di puncak kubah menjadi salah satu daya tarik visual yang mencuri perhatian dalam konser malam itu.

Di belakang instalasi kubah, layar LED raksasa turut menampilkan gambar Ye dalam format monokrom. Melalui layar tersebut, penonton dapat melihat ekspresi dan gestur sang rapper saat bernyanyi dengan mikrofon yang didekatkan ke mulutnya.

Visual gumpalan awan dan gelombang frekuensi audio yang dinamis menambah kesan artistik pada penampilan Ye. Seluruh elemen visual itu berpadu dengan tata cahaya panggung yang memperkuat suasana teatrikal.

Puluhan ribu penggemar yang memadati tribun dan lapangan tampak mendongak menyaksikan Ye berdiri di atas kubah. Suara vokalnya yang menggema melalui sistem tata suara konser disambut teriakan histeris dan tepuk tangan meriah penonton.

Pertunjukan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda dari konser musik pada umumnya. Instalasi kubah raksasa, teknologi proyeksi, laser, kabut, dan tata cahaya menjadi bagian penting dari konsep visual yang disuguhkan Ye di SUGBK.

Melalui konsep panggung bernuansa kosmik tersebut, konser Ye Live in Jakarta tidak hanya menyuguhkan penampilan musik hip-hop, tetapi juga pertunjukan visual berskala besar yang membawa penonton seolah menjelajahi luar angkasa.

Momen ketika Ye berdiri di atas permukaan Bulan menjadi salah satu adegan paling mencolok malam itu, seakan menegaskan pesan bahwa dalam konsernya, bukan hanya Bumi yang bisa dia kuasai, tetapi juga Bulan.

Topik Menarik