Apakah Kemoterapi Kanker Bisa Sebabkan Pengapuran Tulang? Ini Jawabannya!
JAKARTA, iNews.id - Apakah kemoterapi bisa menyebabkan pengapuran tulang? Pertanyaan ini menjadi perhatian setelah Aldi Taher mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kondisi lutut yang didiagnosis mengalami pengapuran tulang. Dia bahkan sempat menanyakan kepada dokter apakah kondisi tersebut berkaitan dengan riwayat kemoterapi yang pernah dijalaninya.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Aldi memperlihatkan hasil rontgen lutut dan menceritakan keluhan nyeri yang dirasakan ketika menjalankan ibadah shalat, terutama saat hendak sujud.
“Assalamualaikum, Dok. Aku kepikiran, Dok. Dok, izin, Dok. Apakah pengapuran ini pengaruh dari efek aku kemo dulu, Dok?” tanya Aldi dalam video yang diunggahnya, dikutip Kamis (22/10/2026).
Lantas, apakah kemoterapi memang bisa menyebabkan pengapuran tulang? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Permintaan Maaf Maudy Ayunda Jadi Sorotan Pengguna Threads, Begini Katanya dari Sisi Psikologis
Mengutip Cancer Research UK, kemoterapi pada kondisi tertentu dapat menyebabkan tulang menjadi lebih tipis atau osteoporosis. Kondisi tersebut meningkatkan risiko patah tulang. Risiko penurunan kepadatan tulang juga dapat meningkat apabila pengobatan kanker memengaruhi kadar hormon dalam tubuh.
Hal serupa dijelaskan National Cancer Institute (NCI), lembaga pemerintah Amerika Serikat di bidang penelitian kanker. NCI menyebutkan bahwa kemoterapi, obat steroid, terapi hormon, dan radioterapi dapat menyebabkan penipisan tulang.
Meski demikian, penipisan tulang atau osteoporosis berbeda dengan pengapuran sendi. Karena itu, efek kemoterapi terhadap kepadatan tulang tidak serta-merta membuktikan bahwa pengobatan tersebut menyebabkan pengapuran pada lutut.
Perbedaan Pengapuran Tulang dan Osteoporosis
Pengapuran tulang yang kerap disebut masyarakat umumnya merujuk pada osteoartritis, yaitu kondisi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang pada sendi mengalami kerusakan. Kondisi ini dapat memicu nyeri, pembengkakan, kekakuan, hingga gangguan pergerakan.
Menurut National Health Service (NHS) Inggris, salah satu perubahan yang dapat terjadi pada osteoartritis adalah terbentuknya pertumbuhan tulang baru di sekitar sendi. Kondisi ini berbeda dari osteoporosis yang ditandai dengan berkurangnya kepadatan dan kekuatan tulang.
Perbedaan tersebut penting karena kedua kondisi memiliki mekanisme dan faktor risiko yang tidak sama. Nyeri lutut juga tidak selalu berarti seseorang mengalami pengapuran sendi. Pemeriksaan dan penilaian dokter diperlukan untuk menentukan penyebab keluhan.
Apakah Pengapuran Lutut Bisa Disebabkan Kemoterapi?
Hingga kini, sumber-sumber kesehatan menjelaskan bahwa sejumlah pengobatan kanker dapat memengaruhi kesehatan tulang, terutama melalui penurunan kepadatan tulang. Namun, informasi itu tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kemoterapi secara langsung menyebabkan pengapuran lutut.
Risiko efek samping pengobatan kanker dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada jenis obat, dosis, lama pengobatan, serta kondisi kesehatan masing-masing.
Karena itu, untuk mengetahui apakah pengapuran lutut berkaitan dengan kemoterapi, dokter perlu mengevaluasi riwayat pengobatan pasien, gejala yang dialami, serta hasil pemeriksaan medis.
Dalam kasus Aldi Taher, kekhawatiran mengenai hubungan pengapuran lutut dan kemoterapi masih berupa pertanyaan yang disampaikannya kepada dokter. Belum ada keterangan medis yang memastikan bahwa kondisi tersebut merupakan efek pengobatan kanker yang pernah dijalaninya.
Dengan demikian, kemoterapi memang dapat memengaruhi kesehatan tulang, tetapi belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa kemoterapi menjadi penyebab pengapuran tulang pada lutut Aldi Taher.








