3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari sebelum Olahraga, Bikin Perut Tak Nyaman

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari sebelum Olahraga, Bikin Perut Tak Nyaman

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 12 Oktober 2026 - 11:30
share

Memilih makanan sebelum olahraga tidak boleh sembarangan. Alih-alih menambah energi, makanan tertentu justru bisa memicu perut kembung, kram, hingga gangguan pencernaan yang mengganggu performa latihan.

Dikutip dari Verywell Health, ahli gizi olahraga menyarankan untuk memperhatikan jenis makanan dan waktu konsumsinya sebelum berolahraga. Makanan tinggi lemak, serat, dan protein perlu dibatasi menjelang latihan karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Jika makanan masih berada di lambung saat tubuh mulai bergerak aktif, risiko munculnya rasa tidak nyaman pada perut bisa meningkat. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan saat melakukan olahraga intensitas tinggi, seperti berlari atau latihan interval.

Baca Juga : Jangan Asal Makan Sebelum Olahraga, Ini Waktu yang Dianjurkan agar Tubuh Lebih BertenagaLantas, apa saja makanan yang sebaiknya dibatasi sebelum berolahraga?

1. Makanan Tinggi Serat

Serat memang penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Namun, mengonsumsi makanan tinggi serat dalam jumlah besar terlalu dekat dengan waktu olahraga dapat memicu perut kembung.Beberapa contohnya adalah sayuran kubis, salad dalam porsi besar, kacang-kacangan, dan sereal dedak.

Makanan tersebut membutuhkan waktu untuk diproses oleh sistem pencernaan. Jika dikonsumsi menjelang latihan, sebagian orang bisa mengalami gas berlebih dan rasa tidak nyaman saat bergerak.

Karena itu, makanan tinggi serat tetap bisa dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, tetapi porsinya dan waktu konsumsinya perlu disesuaikan dengan jadwal olahraga.

Baca Juga : Ini Menu Sarapan Terbaik sebelum Olahraga, Pisang dan Ubi Cilembu Juaranya2. Makanan Tinggi Protein

Protein dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot. Meski demikian, mengonsumsi makanan tinggi protein dalam jumlah besar tepat sebelum olahraga bukan pilihan ideal bagi sebagian orang.Contohnya meliputi telur, produk susu, daging dalam porsi besar, serta minuman protein.

Ahli gizi olahraga Amy Stephens menjelaskan bahwa protein, lemak, dan serat dapat memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, makanan mungkin masih berada di lambung ketika seseorang mulai berolahraga.

Kondisi tersebut dapat memicu kram perut, kembung, rasa tidak nyaman, hingga keinginan untuk buang air besar saat latihan berlangsung.Untuk menghindarinya, konsumsi makanan tinggi protein sebaiknya diatur agar tubuh memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan sebelum berolahraga.

3. Makanan Tinggi Lemak

Makanan tinggi lemak juga sebaiknya dibatasi menjelang latihan. Beberapa contohnya adalah burger, pasta dengan saus berlemak, puding chia, dan selai kacang dalam jumlah besar.Lemak dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat sederhana. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu olahraga, makanan tersebut dapat membuat perut terasa penuh dan memicu gangguan pencernaan.

Akibatnya, tubuh bisa terasa kurang nyaman saat melakukan gerakan intens atau latihan yang membutuhkan banyak tenaga.Bukan berarti makanan berlemak harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah mengatur porsi dan memberi jeda yang cukup antara waktu makan dan olahraga.

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga?

Selain jenis makanan, waktu dan porsi makan turut memengaruhi kenyamanan saat berolahraga. Ahli gizi Briana Butler menyarankan untuk mengonsumsi makanan utama dalam porsi lebih besar sekitar dua hingga empat jam sebelum latihan.

Sementara itu, camilan ringan bisa dikonsumsi sekitar 30–60 menit sebelum berolahraga, dengan menyesuaikan toleransi tubuh.Jenis olahraga juga perlu menjadi pertimbangan. Latihan intensitas tinggi, seperti berlari dan latihan interval, umumnya lebih nyaman dilakukan setelah mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna.Ini 6 Pilihan Makanan sebelum Olahraga

Agar tetap berenergi tanpa membebani pencernaan, beberapa pilihan makanan yang bisa dipertimbangkan sebelum olahraga meliputi:- Pisang, sebagai sumber karbohidrat yang praktis.- Saus apel, yang bisa menjadi pilihan camilan ringan.- Biskuit graham, untuk tambahan energi sebelum latihan.- Granola bar, sebagai camilan praktis dengan porsi yang sesuai.- Roti panggang dengan selai, sebagai sumber karbohidrat.- Smoothie buah atau sayur, dengan komposisi yang tidak terlalu tinggi lemak dan serat jika dikonsumsi dekat dengan waktu latihan.

Pilih makanan sesuai kebutuhan energi, jenis olahraga, dan kemampuan tubuh dalam mencernanya. Porsi kecil lebih tepat jika waktu menuju latihan sudah dekat.

Pada akhirnya, makan sebelum olahraga tetap penting untuk membantu memenuhi kebutuhan energi tubuh. Namun, pilihan makanan dan waktu konsumsinya perlu diperhatikan agar latihan berlangsung nyaman.

Dengan mengatur pola makan sebelum berolahraga, risiko gangguan pencernaan dapat dikurangi sehingga tubuh bisa berlatih dengan lebih optimal dan mendukung proses pemulihan setelahnya. (Magang/Adelia Aini Intan)

Topik Menarik