Bahaya Etomidate di Vape Narkoba, Fly Sebentar tapi Hormon Rusak!

Bahaya Etomidate di Vape Narkoba, Fly Sebentar tapi Hormon Rusak!

Gaya Hidup | inews | Minggu, 20 September 2026 - 09:09
share

JAKARTA, iNews.id - Kasus selebgram Julia Prastini alias Jule yang diamankan polisi setelah menggunakan vape narkoba mengandung etomidate membuka perhatian terhadap bahaya zat tersebut bagi kesehatan.

Polisi menyebut Jule positif mengonsumsi etomidate setelah diamankan pada 14 September 2026. Dari apartemen tempat Jule berada, penyidik menemukan empat cartridge, tiga di antaranya sudah kosong dan satu masih berisi etomidate. Jule juga  mengaku baru menggunakan zat tersebut sekitar dua hingga tiga minggu.  

Etomidate bukan zat yang sejak awal dibuat untuk vape. Dalam dunia kedokteran, etomidate merupakan obat anestesi intravena dengan kerja sangat singkat yang digunakan untuk membantu induksi anestesi umum.

Namun, ketika digunakan di luar indikasi medis dan dimasukkan ke cairan vape, risikonya berbeda. Bukti medis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penggunaan etomidate melalui rokok elektronik dapat menyebabkan gangguan kesadaran sekaligus memengaruhi fungsi kelenjar adrenal.

Lantas, apa saja bahayanya? Berikut ini informasi selengkapnya. 

Bahaya Etomidate di Vape Narkoba

Etomidate bekerja pada reseptor GABA-A di sistem saraf pusat, sehingga menghasilkan efek depresan atau menekan aktivitas sistem saraf. Dalam penggunaan medis, zat ini dikenal memiliki onset dan durasi kerja yang sangat singkat. 

Efek tersebut dapat membuat pengguna mengalami perubahan kesadaran. Dalam laporan terhadap pengguna etomidate, gejala yang ditemukan antara lain gangguan kognitif atau kebingungan, penurunan kesadaran, pusing, tremor, delirium, agitasi, gangguan koordinasi hingga bicara pelo. 

Artinya, sensasi yang dicari pengguna tidak berlangsung lama. Masalahnya, efek sesaat tersebut dapat diikuti dampak biologis yang jauh lebih serius ketika paparan terjadi berulang.

Salah satu organ yang menjadi perhatian adalah kelenjar adrenal.

Kelenjar adrenal menghasilkan sejumlah hormon penting, termasuk kortisol dan aldosteron. Kortisol membantu tubuh merespons stres, mempertahankan tekanan darah dan menjalankan berbagai fungsi metabolisme.

Etomidate diketahui dapat menghambat enzim 11β-hydroxylase yang berperan dalam pembentukan kortisol di kelenjar adrenal.

Dalam penggunaan medis, penurunan kortisol akibat etomidate umumnya bersifat sementara. Label obat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencatat penurunan kortisol dan aldosteron setelah dosis induksi etomidate dan efek tersebut dilaporkan berlangsung sekitar enam hingga delapan jam. 

Namun, persoalannya menjadi berbeda ketika seseorang menggunakan etomidate berulang kali melalui vape.

Kajian Advisory Council on the Misuse of Drugs (ACMD) Inggris yang diperbarui pada Februari 2026 menemukan sejumlah laporan gangguan fungsi adrenal pada pengguna etomidate melalui vape. Pemeriksaan pada beberapa kasus menunjukkan kadar kortisol rendah atau perubahan hormon yang konsisten dengan penghambatan enzim 11β-hydroxylase.

Bisa Berujung Insufisiensi Adrenal

Paparan etomidate melalui vape tidak hanya dikaitkan dengan perubahan kadar hormon secara laboratorium.

Sebuah laporan kasus yang diterbitkan pada 2026 menggambarkan seorang perempuan berusia 33 tahun yang mengalami insufisiensi adrenal setelah menggunakan rokok elektronik yang mengandung etomidate.

Pasien tersebut mengalami episode pingsan berulang. Pemeriksaan menunjukkan gangguan fungsi adrenal dan dia akhirnya mendapatkan terapi pengganti hormon. Setelah berhenti menggunakan vape etomidate, pemulihan fungsi adrenal membutuhkan waktu berbulan-bulan; pada kasus tersebut, insufisiensi adrenal teratasi setelah sekitar delapan bulan. 

Peneliti juga mencatat bahwa pemulihan tidak selalu berlangsung cepat. Dalam laporan kasus sebelumnya, terdapat pasien yang masih mengalami insufisiensi adrenal lima bulan setelah berhenti menggunakan etomidate.

Bahaya Lain: Kalium Darah Bisa Turun Drastis

Efek etomidate terhadap adrenal juga dapat berkaitan dengan gangguan kadar elektrolit, terutama hipokalemia, yaitu kondisi ketika kadar kalium dalam darah terlalu rendah.

Kalium sangat penting untuk kerja otot dan jantung. Jika kadarnya turun terlalu rendah, seseorang dapat mengalami kelemahan otot, kesulitan bernapas dan gangguan irama jantung.

Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Endocrinology pada 2024 melaporkan dua kasus pengguna rokok elektronik yang mengandung etomidate. Keduanya mengalami hipokalemia berat dan kelemahan pada tungkai hingga kesulitan berjalan. Pemeriksaan juga menunjukkan gangguan pada kadar kortisol serta fungsi adrenal.

Dalam tinjauan ACMD terhadap 76 pasien yang dilaporkan dalam beberapa seri kasus, hipokalemia ditemukan pada 47 pasien. Kadar kalium terendah yang dilaporkan mencapai 1,69 mmol/L, jauh di bawah kisaran normal sekitar 3,5-4,5 mmol/L. Dua pasien yang menggunakan vape etomidate sekitar enam bulan mengalami kelemahan tungkai yang dikaitkan dengan hipokalemia berat. 

Bukan Cuma Mengantuk atau Nge-Fly

Bahaya etomidate di vape tidak berhenti pada sensasi sesaat setelah menghirupnya.

Dalam laporan medis terhadap pengguna etomidate, dokter menemukan berbagai gejala seperti kebingungan, penurunan kesadaran, jantung berdebar atau takikardia, delirium, tremor, agitasi, gangguan keseimbangan dan pusing. 

Dalam penggunaan yang berulang, gangguan fungsi adrenal menjadi perhatian lebih besar.

Bahkan, JAMA pada 2025 menyoroti laporan insufisiensi adrenal pada pengguna cairan rokok elektronik yang mengandung etomidate. Efek yang dilaporkan mencakup hipokalemia, kelemahan, perubahan terkait hormon androgen dan hipertensi. 

Dengan kata lain, efek yang terasa cepat belum tentu menunjukkan seberapa besar dampaknya terhadap tubuh dalam jangka lebih panjang.

Kenapa Risiko Vape Etomidate Sulit Diprediksi?

Salah satu persoalan dalam penyalahgunaan etomidate melalui vape adalah penggunaannya berada di luar konteks medis.

Etomidate secara medis diberikan secara intravena dengan dosis dan pemantauan yang terukur. Sementara itu, ketika zat tersebut dicampurkan ke cairan vape ilegal, pengguna tidak berada dalam pengawasan dokter dan tidak memiliki kepastian mengenai paparan yang masuk ke tubuh.

ACMD Inggris mencatat bahwa penyalahgunaan etomidate melalui perangkat vape telah menjadi masalah yang berkembang di sejumlah negara Asia. 

Karena itu, efeknya tidak dapat disamakan dengan penggunaan etomidate sebagai obat anestesi di rumah sakit.

Dalam kasus Jule, polisi menyebut selebgram tersebut mengaku baru menggunakan vape etomidate selama sekitar dua hingga tiga minggu. Polisi kemudian menerapkan restorative justice terhadap Jule dan menyerahkan proses asesmen serta rehabilitasinya kepada BNNP. 

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa vape yang digunakan seseorang tidak selalu berisi zat yang sama dengan produk rokok elektronik pada umumnya.

Etomidate memang memiliki fungsi medis sebagai obat anestesi, tetapi penggunaan di luar indikasi medis—terlebih secara berulang melalui vape—dapat membawa risiko pada sistem saraf, fungsi adrenal dan keseimbangan elektrolit.

Sensasi perubahan kesadaran mungkin hanya berlangsung sementara. Namun, gangguan hormon dan komplikasi metabolik yang dilaporkan pada pengguna etomidate dapat menjadi persoalan kesehatan yang jauh lebih panjang.

Topik Menarik