Kronologi Lengkap Jule Pakai Vape Narkoba, Endingnya Rehabilitasi

Kronologi Lengkap Jule Pakai Vape Narkoba, Endingnya Rehabilitasi

Gaya Hidup | inews | Minggu, 20 September 2026 - 07:06
share

JAKARTA, iNews.id - Selebgram Julia Prastini alias Jule terseret kasus penyalahgunaan narkoba setelah kedapatan menggunakan vape yang mengandung etomidate. Jule diamankan polisi di salah satu apartemen di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (14/9/2026).

Kasus ini terungkap bukan dari penangkapan Jule secara langsung. Polisi lebih dulu mengembangkan penyelidikan terhadap dua perempuan berinisial RR dan RN yang diduga terlibat dalam peredaran cartridge vape berisi etomidate.

Dari pengembangan tersebut, penyidik menemukan jejak transaksi dan pengiriman barang yang mengarah kepada Jule. Polisi kemudian bergerak ke apartemen tempat Jule berada.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan empat cartridge vape. Tiga di antaranya sudah kosong atau habis digunakan, sedangkan satu cartridge masih terisi etomidate. Hasil pemeriksaan urine juga menunjukkan Jule positif mengonsumsi zat tersebut. 

Lantas, bagaimana kronologi lengkap Jule sampai akhirnya tidak ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses rehabilitasi? Simak beritanya hanya di artikel ini. 

Kronologi Lengkap Jule Terciduk Pakai Vape Narkoba

Pengungkapan kasus bermula ketika Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengamankan RR dan RN di salah satu apartemen kawasan Jakarta Barat pada Senin (14/9/2026).

Dari lokasi tersebut, polisi menyita 27 cartridge vape yang diduga berisi etomidate. Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keduanya.

Dari proses tersebut, polisi menemukan adanya transaksi serta bukti pengiriman cartridge yang mengarah kepada Jule.

Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Kharisma Tandayu menjelaskan bahwa informasi tersebut kemudian dikembangkan hingga mengarah ke Jule.

"Yang pertama kali ditangkap itu adalah inisial dari RR dan RN, dua perempuan tersebut. Lalu ketika kami melakukan penangkapan, di situ terdapat transaksi maupun bukti pengiriman kepada JP, dan kemudian kami kembangkan kepada JP," kata Michael.

Keterangan tersebut juga diperkuat laporan polisi yang menyebut penangkapan Jule merupakan hasil pengembangan kasus sebelumnya. 

Jule Diamankan di Apartemen Jakarta Selatan

Setelah menemukan jejak transaksi, polisi melacak keberadaan Jule. Petugas kemudian mendatangi apartemen di kawasan Jakarta Selatan tempat selebgram tersebut berada.

Jule diamankan pada Senin, 14 September 2026.

Saat itu, Jule tidak sendirian. Dia berada di apartemen bersama dua orang temannya. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya.

Hasilnya, dua teman Jule dinyatakan negatif dan tidak mengetahui aktivitas Jule terkait penggunaan etomidate.

"JP posisinya pada saat ditangkap itu sedang di apartemen bersama dua orang temannya. Akan tetapi dua orang temannya tersebut memang tidak mengetahui JP itu melakukan kegiatan apa pun, dan juga dites urine pun yang dua orang ini dinyatakan negatif," ujar Michael. 

Sementara itu, hasil pemeriksaan urine Jule menunjukkan hasil positif etomidate.

Empat Cartridge Ditemukan, Tiga Sudah Habis

Penggeledahan di apartemen Jule menjadi salah satu titik penting dalam perkara ini.

Polisi menemukan empat cartridge vape. Tiga cartridge sudah kosong dan disebut merupakan sisa pemakaian. Sementara satu cartridge masih dalam kondisi penuh dan mengandung etomidate.

"Di mana di sana kami temukan, terdapat empat cartridge, di mana tiganya kosong yaitu sisa pakai, habis pakai, bekas pakai. Dan satunya masih full terisi yang berisikan zat yaitu etomidate," kata Michael.

Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan penyidik dalam menentukan status hukum Jule. 

Jule Mengaku Baru Pakai Vape Etomidate 2-3 Minggu

Dalam pemeriksaan, Jule mengaku baru menggunakan vape yang mengandung etomidate selama sekitar dua hingga tiga minggu sebelum diamankan polisi.

Polisi menyebut Jule mengaku menggunakan zat tersebut karena alasan pribadi dan berkaitan dengan kondisi stres.

"Dari pengakuan maupun dari penyelidikan lebih lanjut, penelusuran, JP baru memulai melakukan ini dari kurang lebih dua sampai tiga minggu yang lalu, baru mencoba. Alasannya alasan pribadi, mungkin dari rasa ada stres atau lain sebagainya," tutur Michael. 

Jule Hanya Membeli dari RR dan RN

Penyidik kemudian menelusuri dari mana Jule mendapatkan cartridge tersebut.

Menurut polisi, Jule selama ini hanya membeli cartridge etomidate dari RR dan RN. Polisi menyebut tidak menemukan transaksi Jule dengan pemasok lain.

"Untuk JP, selama ini melakukan pembelian hanya kepada RR dan RN, hanya itu saja. Selama ini dari baik dari penelusuran-penelusuran kami maupun dari interogasi itu match, yaitu tidak pernah membeli kepada yang lain," tegas Michael. 

Dari sini, penyidik kembali mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan di atas RR dan RN.

Polisi Tangkap Pemasok Utama, 71 Cartridge Disita

Pengembangan perkara kemudian mengarah kepada seorang warga negara China berinisial XC yang disebut sebagai pemasok utama jaringan tersebut.

Dari tangan XC, polisi menyita 71 cartridge etomidate. Polisi menyebut jaringan tersebut telah beroperasi sejak Juli 2026. Modus pemasarannya dilakukan melalui jaringan pertemanan atau dari mulut ke mulut.

Setiap cartridge yang terjual disebut memberikan keuntungan sekitar Rp700.000.

Atas pengungkapan tersebut, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni RR, RN, dan XC. 

Kasus ini memperlihatkan bagaimana vape dapat menjadi media penyalahgunaan zat narkotika. BNN sendiri pada 2026 telah menyoroti perkembangan modus penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektrik dan menyebut etomidate sebagai salah satu zat yang disalahgunakan melalui vape.

Ending Kasus Jule: Tak Jadi Tersangka, Jalani Rehabilitasi

Meski hasil urine Jule positif etomidate dan polisi menemukan empat cartridge di apartemennya, Jule tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi menyebut status Jule diselesaikan melalui mekanisme restorative justice, karena berdasarkan hasil pemeriksaan dia ditempatkan sebagai pemakai atau korban penyalahgunaan, bukan bagian dari jaringan peredaran.

"Untuk selebgram berinisial JP, karena berdasarkan dari yang pertama BB-nya yaitu cuma satu yang berisikan vape dan tiga itu habis pakai. Dan juga berdasarkan dari interogasi, berdasarkan penyidikan-penyelidikan yang lainnya, untuk status di kepolisian kami tetapkan sebagai restorative justice, yaitu JP itu sebagai pemakai," kata Michael. 

Setelah itu, proses asesmen dan rehabilitasi Jule diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).

"Rehabnya kami serahkan kepada BNNP," pungkas Michael. 

Dengan demikian, perjalanan kasus Jule berakhir berbeda dari tiga orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka.

Topik Menarik