Habis Sarapan Jangan Tidur Lagi, Jalan Kaki 10 Menit Bisa Bantu Jaga Gula Darah
JAKARTA - Menjaga gula darah tetap stabil tak selalu harus dilakukan dengan olahraga berat. Ada kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan pada pagi hari, bahkan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
Melansir Eating Well, para ahli berpendapat, berjalan kaki selama 10 menit setelah sarapan mampu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Kebiasaan sederhana ini juga bisa bantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih efektif.
Setelah makan, kadar gula darah memang secara alami akan meningkat. Namun, ketika tubuh langsung bergerak, otot membutuhkan glukosa sebagai sumber energi.
Berjalan kaki setelah makan membantu otot memakai glukosa tersebut, sehingga tak terlalu banyak menumpuk di dalam aliran darah. Akibatnya, kenaikan gula darah setelah makan bisa lebih terkendali.
Menariknya, waktu berjalan kaki juga ternyata berpengaruh. Penelitian menemukan bahwa berjalan selama 10 menit segera setelah mengonsumsi karbohidrat dapat menghasilkan lonjakan gula darah yang lebih rendah dibandingkan menunggu selama 30 menit sebelum mulai berjalan, meskipun durasi berjalan lebih lama.
Jadi, tak perlu menunggu terlalu lama setelah sarapan. Setelah selesai makan, jika memungkinkan, langsung sempatkan berjalan kaki sebentar.
Bantu Tubuh Menggunakan Insulin Lebih Baik
Manfaat jalan kaki setelah sarapan tak hanya berkaitan dengan lonjakan gula darah. Aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
Pada orang dengan diabetes, tubuh bisa mengalami resistensi insulin atau tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. Dengan rutin berolahraga, sel tubuh dapat menjadi lebih responsif terhadap insulin, sehingga glukosa lebih mudah digunakan sebagai energi.
Efeknya memang tak hanya ditentukan oleh satu kali berjalan kaki. Para ahli menekankan pentingnya menjadikan aktivitas fisik sebagai kebiasaan karena manfaat terhadap sensitivitas insulin dapat berkurang jika tubuh kembali tidak aktif.
Jalan Kaki Juga Bisa Kurangi Stres
Ternyata, kondisi mental juga bisa memengaruhi kadar gula darah. Saat mengalami stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Kondisi ini dapat membuat hati melepaskan cadangan glukosa ke dalam darah sebagai bagian dari respons tubuh terhadap stres.
Berjalan kaki dengan kecepatan sedang bisa mengurangi hormon stres, termasuk kortisol. Karena itu, berjalan kaki setelah sarapan bukan hanya membuat tubuh lebih aktif, tetapi juga bisa menjadi cara sederhana untuk memulai hari dengan pikiran yang lebih tenang.
Untuk memulai kebiasaan ini, berjalan santai selama 10 menit sudah bisa menjadi pilihan. Namun, jika tubuh memungkinkan, kecepatan berjalan dapat ditingkatkan secara bertahap.
Berjalan lebih cepat membutuhkan energi lebih banyak. Dengan begitu, tubuh juga akan menggunakan lebih banyak gula sebagai bahan bakar.
Yang terpenting adalah menyesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh. Tidak perlu memaksakan diri berjalan cepat jika belum terbiasa berolahraga.
Sarapan Juga Tetap Perlu Diperhatikan
Jalan kaki setelah sarapan memang mampu jaga gula darah, tetapi pilihan makanan saat sarapan tetap penting.
Para ahli menyarankan sarapan yang menggabungkan serat, karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan protein tanpa lemak. Kombinasi tersebut dapat membantu memberikan energi sekaligus menjaga kadar gula darah lebih stabil, contohnya overnight oats dengan selai kacang, susu rendah lemak dan buah, atau roti gandum utuh dengan alpukat dan telur.
Sebaliknya, sarapan yang didominasi gula tambahan dan karbohidrat olahan dapat membuat kadar gula darah lebih cepat meningkat.









