Karnaval Mirip Ritual Satanik di Pekalongan Viral, Tim Simone Buka Suara
Penampilan Tim Simone dalam Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan menjadi sorotan setelah potongan videonya viral di media sosial. Aksi teatrikal yang menampilkan kostum menyeramkan hingga kepala kambing itu ramai dikaitkan warganet dengan ritual satanik.
Setelah ramai dibicarakan di media sosial, Tim Simone akhirnya memberikan klarifikasi. Mereka meminta maaf apabila penampilan tersebut menimbulkan keresahan maupun persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Tim Simone menegaskan bahwa mereka tidak pernah bermaksud membawakan ataupun merepresentasikan ritual satanik dalam pertunjukan tersebut.
Baca Juga :Ritual Satanic Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pekalongan, MUI: Bertentangan dengan Ajaran Islam“Kami ingin menyampaikan bahwa tidak pernah ada niatan dari kami untuk membawakan, memperagakan, maupun merepresentasikan konsep atau ritual satanik sebagaimana yang kemudian diperbincangkan di media sosial,” tulis Tim Simone dalam klarifikasinya.
Mereka juga mengaku tidak memahami maupun mengetahui secara mendalam mengenai apa yang disebut sebagai ritual satanik.
Menurut Tim Simone, konsep yang mereka tampilkan memiliki maksud berbeda. Mereka menyebut adegan penyembelihan kambing dalam pertunjukan merupakan bagian dari konsep yang menggambarkan proses penyembelihan hewan untuk kemudian dikonsumsi bersama setelah rangkaian kegiatan selesai.
“Kami hanya bermaksud melakukan penyembelihan hewan kambing untuk kemudian dikonsumsi / rahatan bersama setelah rangkaian kegiatan selesai,” jelas mereka.
Tim Simone juga menyatakan proses penyembelihan dilakukan dengan cara yang mereka pahami sesuai syariat serta melibatkan orang yang memiliki kompetensi dalam penyembelihan hewan.Selain itu mereka juga menegaskan soal kemunculan kepala kambing di dalam rangkaian pertunjukan. Tim Simone kemudian memberikan penjelasan khusus mengenai hal tersebut.
Mereka menyebut kepala kambing yang terlihat dalam perform bukan kepala kambing dari hewan yang baru saja disembelih di atas panggung.
Menurut mereka, kepala kambing tersebut sebelumnya sudah dibeli dari pasar dan sengaja ditempatkan di dalam peti sebagai bagian dari properti pertunjukan.
“Terkait bagian kepala kambing yang terlihat dalam perform, perlu kami luruskan bahwa kepala tersebut merupakan kepala kambing yang sebelumnya telah kami beli dari pasar dan kami tempatkan di dalam peti sebagai bagian dari properti pertunjukan,” tulis mereka.
Sementara itu, kepala dari kambing yang benar-benar mereka sembelih disebut masih dalam kondisi utuh dan masih menempel pada tubuh kambing. Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan anggapan yang muncul setelah video penampilan mereka beredar luas di media sosial.Tim Simone kembali menegaskan bahwa tidak ada maksud mempersembahkan pertunjukan yang berkaitan dengan ritual satanik.
“Apa yang kami lakukan semata-mata merupakan bagian dari konsep perform yang kami maksudkan untuk menggambarkan proses penyembelihan hewan yang selanjutnya akan digunakan sebagai hidangan bersama setelah kegiatan,” jelasnya.
Sebelumnya, potongan penampilan Tim Simone dalam SKNC 2026 menjadi perbincangan setelah memperlihatkan sejumlah elemen visual yang oleh sebagian warganet dinilai menyerupai simbol atau ritual satanik. Dalam video yang beredar, tampak penampil menggunakan kostum menyeramkan dan membawa peti, disertai adegan penyembelihan kambing.
Perwakilan Tim Simone, M Akhid, sebelumnya juga menyampaikan permintaan maaf dan mengakui pihaknya kurang memahami konteks maupun referensi yang digunakan dalam penampilan tersebut.










