Maudy Ayunda Minta Maaf usai Video Mindfulness Dituding Tone Deaf
Maudy Ayunda akhirnya buka suara setelah videonya soal mindfulness dan menjaga diri dari paparan berita ramai yang diunggah di YouTube dikritik dan dituding tone deaf. Respons tersebut disampaikan Maudy melalui kolom komentar di video YouTube yang sebelumnya menjadi bahan perbincangan.
Maudy mengaku telah membaca berbagai komentar dan perspektif dari penonton. Dari kritik tersebut, ia menyadari ada satu hal penting yang belum cukup ia sampaikan dalam video.
“Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya,” tulis Maudy.
Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf karena perspektif tersebut belum cukup ia refleksikan dalam video yang dibuatnya.
“Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya,” lanjutnya.Baca Juga : Video Maudy Ayunda Sharing soal Hadapi Bad News Dikritik Netizen
Maudy menjelaskan bahwa video tersebut sebenarnya dibuat untuk membagikan refleksi mengenai perjuangan pribadi yang sedang ia hadapi. Ia ingin membicarakan bagaimana seseorang tetap bisa mengikuti berbagai peristiwa yang terjadi tanpa membuat dirinya kewalahan, sehingga tetap mampu terlibat secara berarti.
“Waktu membuat video ini, aku sebenarnya sedang berbagi refleksi tentang suatu struggle pribadi: bagaimana tetap peduli dan mengikuti apa yang terjadi, sambil menjaga diri supaya kita tetap bisa hadir dan engage dengan lebih berarti,” jelasnya.
Namun, Maudy menyadari situasi yang sedang dihadapi masyarakat saat ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kehidupan banyak orang.
Ia pun secara langsung menyinggung sejumlah persoalan, mulai dari karhutla, bencana gempa, hingga kebijakan dan program yang dinilainya tidak tepat sasaran serta berdampak langsung kepada masyarakat.“The situations we are dealing now are so frustrating and heartbreaking. Adanya Karhutla, bencana gempa, berbagai kebijakan dan program yang enggak tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat, maupun berbagai isu-isu lain yang juga sama pentingnya,” tulisnya.
Baca Juga : Maudy Ayunda Main Film Horor Perdana, Tampil Kesurupan di Para Perasuk
Menurut Maudy, kondisi tersebut merupakan masa yang sangat berat, khususnya bagi masyarakat yang terdampak langsung. Karena itu, ia menegaskan pentingnya dukungan dan visibilitas terhadap persoalan yang sedang terjadi.
“This is such an exceptionally hard time, for those impacted communities especially, and they need all support and visibility they can get,” katanya.
Maudy juga meluruskan pemaknaannya terhadap mindfulness. Ia menegaskan konsep tersebut sama sekali tidak dimaksudkan sebagai alasan untuk berhenti peduli terhadap realita.Ia juga membantah jika pesannya dimaksudkan sebagai ajakan kepada masyarakat untuk berdiam diri atau menganggap kondisi yang terjadi baik-baik saja.
“Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat seolah keadaan baik-baik saja,” lanjutnya.
Sebaliknya, Maudy mengatakan mindfulness justru ia pahami sebagai cara untuk melihat berbagai persoalan dengan lebih jernih, termasuk memahami sebab dan akibat dari suatu kondisi.
“Mindfulness ini membuat aku bisa melihat sebab akibat secara jelas, membantu kita tetap peduli dan hadir, dan tetap peka terhadap apa yang dirasakan mereka yang terdampak,” tulisnya.
Di akhir komentarnya, Maudy berterima kasih kepada warganet yang telah memberikan perspektif berbeda dan mengingatkannya mengenai sisi yang belum ia lihat secara utuh. Maudy mengaku menerima kritik itu sebagai bahan pembelajaran.
“Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk mengingatkanku dan menambahkan perspektif menjadi lebih luas dan lebih dalam,” ujarnya.
“Aku dengar dan aku hargai feedback-nya. I’m listening and learning,” pungkas Maudy.










