UNJ Tuan Rumah Temu Nasional Satgas PPKPT, Bahas Pencegahan Kekerasan di Kampus

UNJ Tuan Rumah Temu Nasional Satgas PPKPT, Bahas Pencegahan Kekerasan di Kampus

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 9 September 2026 - 18:00
share

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNJ menjadi tuan rumah "Seminar Nasional, Workshop, dan Temu Nasional Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) se-Indonesia".

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 8–9 September 2026, ini digelar di Aula Latief Hendraningrat, Gedung Raden Dewi Sartika Lantai 2, Kampus A UNJ, dengan mengusung tema “Mewujudkan Kampus yang Aman, Nyaman, Inklusif, Bebas dari Kekerasan, dan Berdampak”.

Baca juga: PEKSIMINAS XVIII 2026 Resmi Dibuka di UNEJ, 894 Mahasiswa Adu Talenta Seni

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UNJ, Prof. Komarudin, jajaran pimpinan UNJ, serta perwakilan Satgas PPKPT dari berbagai perguruan tinggi negeri se-Indonesia. Turut hadir perwakilan Komnas Perempuan dan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ineke Indraswati, yang menyampaikan keynote speech pada sesi pembukaan.

Kepala Satgas PPK UNJ, Ikhlasiah Dalimoenthe, mengatakan penyelenggaraan temu nasional ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarsatgas PPKPT di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan, sejak terbitnya Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, belum pernah diselenggarakan pertemuan nasional yang mempertemukan Satgas PPKPT dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.“Di grup ketua Satgas se-Indonesia, teman-teman sudah berteriak-teriak karena ingin ada pertemuan. Ketika UNJ ditunjuk sebagai tuan rumah, saya membuka grup dan sudah ada daftar peserta yang mendaftar sendiri tanpa sepengetahuan saya. Saking semangatnya,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (9/9/2026).

Antusiasme tersebut terlihat dari jumlah perguruan tinggi yang mendaftar. Dari 125 perguruan tinggi yang diundang, sebanyak 117 perguruan tinggi telah mendaftarkan diri. Namun, sekitar 20 universitas dengan total 30 peserta terpaksa membatalkan kehadiran secara luring akibat gangguan penerbangan yang disebabkan erupsi gunung berapi.

Menurut Ikhlasiah, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa pertemuan nasional tersebut merupakan kebutuhan nyata yang dirasakan oleh Satgas PPKPT di berbagai perguruan tinggi. Hal ini sejalan dengan semakin banyak dan kompleksnya persoalan kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus, termasuk bullying dan kekerasan seksual yang dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis dan keberlangsungan pendidikan mahasiswa.

“Dari pertemuan ini, kami berharap dapat lahir diskusi-diskusi yang memberikan solusi konkret, deklarasi bersama, dan mungkin pembentukan Forum Komunikasi Satgas PPKPT se-Indonesia,” ujarnya.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Rektor UNJ Prof. Komarudin menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi kini telah berkembang lebih luas. Persoalan kekerasan tidak lagi hanya berkaitan dengan kekerasan seksual, tetapi juga mencakup bullying dan berbagai bentuk kekerasan lainnya.Prof. Komarudin menjelaskan bahwa UNJ telah memiliki peraturan rektor mengenai pencegahan bullying dan kekerasan sebelum kebijakan nasional mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan diterbitkan. Setelah regulasi kementerian diterbitkan, UNJ juga segera membentuk Satgas sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Karena kami bergerak cepat, UNJ sering diundang oleh Kementerian dan perguruan tinggi lain untuk berbagi model penanganannya,” ujarnya.

Prof. Komarudin juga mengapresiasi terselenggaranya temu nasional tersebut. Menurutnya, pembentukan Forum Komunikasi Satgas PPKPT se-Indonesia dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman, serta merumuskan solusi bersama dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

“Kalau nanti terbentuk Forum Komunikasi Satgas se-Indonesia, kami sangat mendukung. Selamat kepada Bu Ika yang sudah mengoordinasikan kegiatan ini,” ujarnya.

Prof. Komarudin kemudian secara resmi membuka kegiatan dengan mengajak seluruh peserta membaca basmalah bersama-sama.Rangkaian seminar pada hari pertama menghadirkan tiga sesi materi yang membahas pencegahan dan penanganan kekerasan dari berbagai perspektif. Sesi pertama membahas kebijakan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di perguruan tinggi yang disampaikan oleh Nur Syarifah selaku Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Kemendiktisaintek. Sesi kedua membahas tata kelola pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di perguruan tinggi dengan narasumber Ismi Dwi Astuti Nurhaeni dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

Sementara itu, sesi ketiga membahas akar permasalahan kekerasan beserta solusinya yang disampaikan oleh psikolog Elly Risman Musa. Seluruh sesi diskusi dimoderatori oleh Ikhlasiah Dalimoenthe.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada hari kedua, Rabu, 9 September 2026, dengan agenda penandatanganan perjanjian kerja sama antara Satgas PPK UNJ dan Satgas PPKPT dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan komitmen bersama dalam pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Topik Menarik