Profil Joheirry Mola, Miss World 2026 yang Ternyata Guru sekaligus Jurnalis

Profil Joheirry Mola, Miss World 2026 yang Ternyata Guru sekaligus Jurnalis

Gaya Hidup | inews | Minggu, 6 September 2026 - 08:25
share

JAKARTA, iNews.id – Profil Joheirry Mola Dominguez, perempuan asal Republik Dominika, kini menjadi sorotan dunia setelah resmi dinobatkan sebagai Miss World 2026 di Nha Trang, Vietnam, Sabtu (5/9/2026).

Joheirry Mola Dominguez berhasil mengungguli 110 peserta dari berbagai negara dalam ajang kecantikan internasional Miss World 2026. Namun, di balik mahkota yang kini dikenakannya, Joheirry memiliki perjalanan yang jauh lebih menarik.

Perempuan berusia 24 tahun itu bukan hanya seorang model. Dia juga seorang guru, jurnalis, komunikator, dan aktivis pendidikan yang sejak sebelum mengikuti Miss World telah menggunakan pekerjaannya untuk membantu anak-anak dan generasi muda.

Lantas, siapa sebenarnya Joheirry Mola Dominguez si Miss World 2026? Simak informasi selengkapnya hanya di artikel ini. 

Profil Joheirry Mola Dominguez, Miss World 2026

Miss World mencatat Joheirry memiliki tinggi 175 sentimeter dan menguasai bahasa Spanyol serta Inggris. Dia merupakan lulusan Universidad Iberoamericana (UNIBE) dengan gelar Business Management and Administration. 

Salah satu fakta menarik tentang Joheirry adalah profesinya sebagai guru Literature dan Social Studies.

Menariknya, kedua mata pelajaran tersebut diajarkan dalam bahasa Inggris. Pengalaman di ruang kelas membuat Joheirry memiliki perhatian besar terhadap perkembangan anak, khususnya dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan potensi mereka secara menyeluruh. 

Latar belakang tersebut kemudian menjadi bagian penting dari visi Joheirry ketika tampil di panggung Miss World.

Baginya, pendidikan bukan sekadar proses belajar di dalam kelas. Pendidikan dapat menjadi pintu bagi anak-anak untuk memperoleh kepercayaan diri, kesempatan, dan masa depan yang lebih luas.

Punya Program Pendidikan untuk Anak dari Komunitas Rentan

Joheirry juga merupakan pendiri sekaligus presiden Voices of Tomorrow, sebuah inisiatif yang berfokus pada perluasan akses pendidikan bahasa Inggris bagi anak-anak dan kaum muda dari komunitas rentan.

Melalui program tersebut, dia ingin memberikan kemampuan bahasa sekaligus kepercayaan diri dan kesempatan kepada generasi muda untuk melihat lebih banyak peluang di masa depan.

Misi itu kemudian dia bawa ke ajang Miss World melalui konsep Beauty With a Purpose.

Dalam sesi final, Joheirry menjelaskan bahwa programnya berupaya membawa pendidikan bahasa Inggris kepada anak-anak dari komunitas rentan. Menurut dia, kemampuan berbahasa Inggris dapat membuka peluang besar bagi mereka.

Dengan begitu, mahkota Miss World yang diraihnya kini memiliki misi yang lebih besar. Joheirry memiliki platform internasional untuk memperkenalkan pentingnya pendidikan dan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak.

Dari Guru, Berlanjut Jadi Jurnalis

Selain dunia pendidikan, Joheirry juga memiliki pengalaman di bidang jurnalistik dan televisi.

Dia tercatat menjadi koresponden untuk program Univision New York, Ventana a Quisqueya, yang mengangkat budaya Republik Dominika, isu sosial, serta cerita dari masyarakat.

Pengalaman tersebut membuat Joheirry terbiasa berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus menyampaikan cerita kepada publik.

Kemampuannya di bidang komunikasi bahkan sudah terlihat sebelum dirinya menjadi Miss World 2026.

Pada Maret 2026, Joheirry menjadi reporter langsung Univision dalam Premios Soberano, salah satu ajang penghargaan bergengsi di Republik Dominika. Sebelum acara berlangsung, dia juga memandu dua konferensi pers terkait ajang tersebut.

Ikut dalam Telethon UNICEF

Kepedulian Joheirry terhadap anak-anak juga terlihat ketika dia terlibat dalam telethon UNICEF di Republik Dominika pada Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Joheirry berperan sebagai koresponden televisi yang meliput acara, mewawancarai penyelenggara dan peserta, serta ikut mengajak masyarakat berpartisipasi.

Telethon bertajuk Together For Children tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 24,752 juta dolar AS untuk mendukung berbagai program anak, termasuk kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, hingga akses pendidikan inklusif. 

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sosial Joheirry bukan sekadar bagian dari persiapan mengikuti kontes kecantikan. Kepedulian terhadap pendidikan dan anak-anak sudah menjadi bagian dari aktivitasnya sebelum mahkota Miss World berada di kepalanya.

Rutin Mengunjungi Rumah Anak

Joheirry juga menjalankan kegiatan sosial secara rutin dengan mengunjungi rumah anak dan berbagai program komunitas.

Salah satunya ketika dia mendatangi Hogar Escuela de Niñas Doña Chucha. Di sana, Joheirry menghabiskan waktu bersama anak-anak melalui permainan, aktivitas bersama, dan berbagai interaksi sederhana.

Bagi Joheirry, kegiatan seperti itu bukan hanya mengenai bantuan secara materi. Kehadiran, perhatian, dan kesempatan untuk membuat anak-anak merasa dilihat, didengar, dan dihargai juga memiliki arti penting.

Nilai tersebut sejalan dengan filosofi yang dia bawa dalam perjalanan sebagai Miss World Dominican Republic hingga akhirnya menjadi Miss World 2026.

Tumbuh di Antara Dua Budaya

Joheirry juga memiliki pengalaman hidup yang menarik karena tumbuh di antara dua budaya.

Dalam wawancaranya dengan El Especialito, dia menceritakan bagaimana pengalaman hidup di Amerika Serikat dan Republik Dominika ikut membentuk kepribadian serta gaya kepemimpinannya.

Kedisiplinan yang dipelajari di Amerika Serikat berpadu dengan kekuatan emosional dan kehangatan yang dia dapatkan dari Republik Dominika. Perpaduan pengalaman tersebut kemudian membentuk pandangannya mengenai identitas, kepemimpinan, ketekunan, dan tanggung jawab sosial.

Punya Motto Hidup yang Inspiratif

Joheirry juga memiliki motto hidup yang menggambarkan perjuangannya dalam bidang pendidikan.

Profil resmi Miss World mencatat motto pribadinya adalah bahwa hadiah terbesar yang dapat diberikan seseorang adalah kesempatan yang dulu dia sendiri butuhkan untuk tumbuh, maju, dan mengubah hidup.

Motto tersebut terasa sangat relevan dengan program Voices of Tomorrow yang dia bangun.

Alih-alih hanya mengejar pencapaian pribadi, Joheirry ingin menggunakan kesempatan yang dia dapatkan untuk menciptakan kesempatan serupa bagi orang lain.

Perjalanan dari Miss World Dominican Republic hingga Jadi Miss World 2026

Perjalanan Joheirry menuju mahkota dunia dimulai ketika dia mewakili Distrito Nacional dan dinobatkan sebagai Miss World Dominican Republic 2025.

Saat itu, dia sudah dikenal sebagai model profesional sekaligus perempuan yang aktif di bidang pendidikan dan kegiatan sosial. Kemenangan nasional tersebut memberinya kesempatan untuk membawa misi Republik Dominika ke panggung Miss World.

Dalam perjalanan menuju final Miss World 2026, Joheirry juga mencatat prestasi dengan memenangkan gelar kontinental Americas & Caribbean dalam kompetisi Top Model, yang mengantarkannya ke jajaran Top 40.

Hingga akhirnya, kerja keras dan konsistensinya membawa Joheirry ke pencapaian terbesar, yaitu mahkota Miss World 2026.

Topik Menarik