Mengenal Masjid Jumat, Saksi Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW di Madinah

Mengenal Masjid Jumat, Saksi Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW di Madinah

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 14:40
share

Masjid Jumat menjadi salah satu masjidbersejarahyang berkaitan erat dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Di masjid inilah Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat Jumatuntuk pertama kalinya setelah tiba di kawasan Madinah.

Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Jumat atau Masjid Al-Jumu'ah tersebut berada di kawasan Bani Salim bin Auf, tidak jauh dari Masjid Quba. Penamaan Masjid Jumat berkaitan dengan peristiwa penting ketika Rasulullah SAW melaksanakan salat Jumat dalam perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah.

Dalam buku Situs-Situs dalam Al-Quran karya Syahruddin El-Fikri disebutkan bahwa Masjid Jumat merupakan salah satu masjid bersejarah yang keberadaannya terkadang kurang mendapat perhatian. Padahal, tempat ini memiliki kaitan penting dengan perjalanan awal syiar Islam di Madinah.

Selain Masjid Nabawi, terdapat sejumlah masjid lain di Madinah yang menyimpan sejarah penting dalam perjalanan Islam. Di antaranya Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW, dan Masjid Qiblatain, yang dikenal sebagai masjid dua kiblat.

Baca juga:Mengapa Salat Jumat Disyariatkan Islam dan Adakah Dalilnya dalam Al Quran?

Masjid Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah

Dalam perjalanan hijrah, Rasulullah SAW terlebih dahulu singgah di kawasan Quba sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yatsrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah.Di tempat tersebut, Rasulullah SAW membangun Masjid Quba. Masjid ini terletak sekitar empat kilometer di sebelah selatan Masjid Nabawi.

Keistimewaan Masjid Quba antara lain disebutkan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu salat di dalamnya." (QS At-Taubah: 108).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan Masjid Quba.

Keutamaan Masjid Quba juga dijelaskan dalam sejumlah hadis. Salah satunya menyebutkan bahwa salat di Masjid Quba memiliki keutamaan seperti pahala umrah.Rasulullah SAW juga dikenal sering mengunjungi Masjid Quba, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW turut meletakkan batu pertama pembangunan masjid tersebut ketika tiba di kawasan Quba. Dalam pembangunan dan penentuan arah kiblatnya, Malaikat Jibril disebut membantu Rasulullah SAW.

Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW

Setelah beberapa hari berada di Quba, Rasulullah SAW kemudian melanjutkan perjalanan menuju Yatsrib bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Namun, sebelum tiba di pusat Kota Madinah, Rasulullah SAW singgah di perkampungan Bani Salim bin Auf. Saat itu bertepatan dengan hari Jumat dan waktu Zuhur telah tiba.

Rasulullah SAW kemudian mengajak para sahabat dan kaum Muslimin yang berada di kawasan tersebut untuk melaksanakan salat Jumat.

Salat Jumat itu dilaksanakan di sebuah lembah atau wadi yang berada di kawasan Bani Salim bin Auf. Lokasi tersebut dikenal dengan nama Wadi Ranuna.Junaidi Halim dalam buku Makkah Madinah dan Sekitarnya menyebut Wadi Ranuna sebagai lokasi pelaksanaan salat Jumat Rasulullah SAW dalam perjalanan menuju Madinah.

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk mengenang peristiwa tersebut, kemudian dibangun sebuah masjid di lokasi pelaksanaan salat Jumat itu. Masjid tersebut kemudian dikenal dengan nama Masjid Jumat.

Hanafi al-Mahlawi dalam Al-Amakin al-Masyhurah fi Hayati Muhammad SAW menyebut salat Jumat di lokasi tersebut sebagai salat Jumat pertama yang dilaksanakan Rasulullah SAW.

Sebelumnya, Rasulullah SAW belum dapat melaksanakan salat Jumat secara terbuka di Makkah karena kaum Muslimin ketika itu menghadapi tekanan dan penindasan dari kaum Quraisy.

Sekitar 100 Sahabat Mengikuti Salat Jumat

Sejumlah sumber sejarah menyebutkan bahwa lokasi Masjid Jumat berada di sisi kanan jalan yang menghubungkan Quba dengan Madinah.

Salat Jumat yang dilaksanakan Rasulullah SAW ketika itu diikuti sekitar 100 orang kaum Muslimin.Menurut HM Iwan Gayo dalam Buku Pintar Haji dan Umrah, bangunan Masjid Jumat pada masa tertentu memiliki ukuran sekitar 7 x 5,5 meter.

Masjid Jumat dengan demikian bukan sekadar tempat ibadah. Masjid tersebut menjadi saksi salah satu momentum penting dalam sejarah Islam, yakni pelaksanaan salat Jumat oleh Rasulullah SAW ketika perjalanan hijrah menuju Madinah.

Keberadaannya juga mengingatkan umat Islam bahwa perjalanan hijrah Rasulullah SAW bukan hanya perpindahan tempat dari Makkah ke Madinah. Hijrah menjadi awal terbentuknya masyarakat Islam yang kemudian berkembang pesat di Madinah.

Karena nilai sejarahnya yang besar, Masjid Jumat menjadi salah satu situs yang menarik perhatian jamaah yang ingin mengenang jejak perjalanan Rasulullah SAW di Madinah. Meski demikian, dibandingkan Masjid Nabawi dan Masjid Quba, masjid ini memang relatif lebih jarang dikenal oleh umat Islam.

Baca juga:Peristiwa Rabiul Awal : Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW di Madinah, Begini Sejarah dan Kisahnya

Topik Menarik