10 Tipe Pertemanan yang Disebut dalam Al-Quran, Mana yang Ada di Sekitar Anda?
Memilih teman ternyata bukan perkara sepele. Dalam Islam, lingkungan pergaulan dapat memengaruhi sikap, perilaku, bahkan perjalanan seseorang dalam menjalani kehidupan. Al-Qur'an pun memberikan sejumlah gambaran mengenai karakter hubungan pertemanan.
Karena itu, memilih lingkungan pergaulan menjadi bagian penting dalam menjaga diri. Teman yang baik dapat mengingatkan ketika salah, memberi dukungan saat menghadapi kesulitan, sekaligus mendorong seseorang untuk tetap berada di jalan kebaikan.
Sebaliknya, pergaulan yang buruk dapat membawa seseorang menjauh dari nilai-nilai agama. Al-Qur'an menggambarkan berbagai bentuk hubungan antarmanusia yang dapat menjadi pelajaran dalam memilih teman.
Berikut sejumlah istilah yang berkaitan dengan pertemanan dan hubungan dekat yang disebutkan dalam Al-Qur'an:
1. Wali, Teman yang Menjadi Pelindung
Dalam kehidupan, seseorang tentu membutuhkan sosok yang dapat memberikan perlindungan dan dukungan. Konsep tersebut antara lain tergambar melalui kata wali, yang memiliki makna pelindung atau penolong.Profil Vilmei, Tiktoker yang Uangnya Diduga Diambil Karyawannya Sendiri hingga Rp1,2 Miliar
Baca juga:Jangan Asal Berteman! Rasulullah Ungkap Bahaya Salah Memilihnya
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 257:
اَللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا يُخۡرِجُهُمۡ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوۡرِۚ وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡۤا اَوۡلِيٰٓـــُٔهُمُ الطَّاغُوۡتُۙ يُخۡرِجُوۡنَهُمۡ مِّنَ النُّوۡرِ اِلَى الظُّلُمٰتِؕ اُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ النَّارِۚ هُمۡ فِيۡهَا خٰلِدُوۡنَ
"Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al-Baqarah: 257)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT merupakan wali bagi orang-orang beriman. Dalam konteks pergaulan, konsep tersebut dapat menjadi gambaran pentingnya hubungan yang memberikan perlindungan dan membawa seseorang menuju kebaikan.
2. Shiddiq, Sosok yang Dipercaya
Kepercayaan menjadi salah satu fondasi penting dalam sebuah hubungan. Dalam Al-Qur'an terdapat istilah shiddiq, yang berkaitan dengan orang yang sangat membenarkan dan memiliki kejujuran.Allah SWT menyebut kelompok shiddiqin dalam Surah An-Nisa ayat 69:وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا
"Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS An-Nisa: 69)
Ayat ini sekaligus menunjukkan bahwa kedekatan dengan orang-orang saleh dan pencinta kebenaran merupakan sesuatu yang bernilai dalam kehidupan seorang Muslim.
3. Sahib atau Sohib, Teman dalam Kebersamaan
Istilah sahib atau sohib juga cukup dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Kata tersebut berkaitan dengan seseorang yang menyertai atau menemani.Al-Qur'an menggunakan bentuk kata ashhab dalam sejumlah ayat, salah satunya Surah Al-Baqarah ayat 81-82:
بَلٰى مَنۡ كَسَبَ سَيِّئَةً وَّاَحَاطَتۡ بِهٖ خَطِيْۤـــَٔتُهٗ فَاُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ النَّارِۚ هُمۡ فِيۡهَا خٰلِدُوۡنَ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ الۡجَـنَّةِ ۚ هُمۡ فِيۡهَا خٰلِدُوۡنَ
"Tidaklah demikian! Barang siapa berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al-Baqarah: 81-82)
Penggunaan kata ashhab dalam ayat tersebut memperlihatkan makna kebersamaan atau golongan yang menyertai sesuatu. Ini menjadi pengingat bahwa seseorang akan selalu berada dalam sebuah lingkungan dan kelompok yang memiliki pengaruh terhadap kehidupannya.
4. Waliijah, Teman Dekat dan Orang Kepercayaan
Istilah waliijah terdapat dalam Surah At-Taubah ayat 16. Kata ini merujuk pada orang kepercayaan atau pihak yang dijadikan tempat masuknya urusan-urusan pribadi.Allah SWT berfirman:
اَمۡ حَسِبۡتُمۡ اَنۡ تُتۡرَكُوۡا وَلَـمَّا يَعۡلَمِ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ جَاهَدُوۡا مِنۡكُمۡ وَلَمۡ يَتَّخِذُوۡا مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ وَلَا رَسُوۡلِهٖ وَلَا الۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَلِيۡجَةً ؕ وَاللّٰهُ خَبِيۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS At-Taubah: 16)
Ayat ini menunjukkan pentingnya melihat siapa yang menjadi orang kepercayaan dalam kehidupan seseorang. Kedekatan semacam itu bukan sekadar hubungan biasa karena menyangkut kepercayaan dan kesetiaan.
5. Bithanah, Orang Kepercayaan yang Mengetahui Rahasia
Ada pula istilah bithanah, yakni orang-orang yang berada sangat dekat dengan seseorang dan mengetahui berbagai urusan pribadi atau rahasianya.Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 118:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَتَّخِذُوۡا بِطَانَةً مِّنۡ دُوۡنِكُمۡ لَا يَاۡلُوۡنَكُمۡ خَبَالًا ؕ وَدُّوۡا مَا عَنِتُّمۡۚ قَدۡ بَدَتِ الۡبَغۡضَآءُ مِنۡ اَفۡوَاهِهِمۡ ۖۚ وَمَا تُخۡفِىۡ صُدُوۡرُهُمۡ اَكۡبَرُؕ قَدۡ بَيَّنَّا لَـكُمُ الۡاٰيٰتِ اِنۡ كُنۡتُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti." (QS Ali Imran: 118)
Ayat ini mengajarkan agar seorang Muslim berhati-hati dalam memberikan kepercayaan, terutama kepada orang yang memiliki niat buruk.
6. Qarin, Teman yang Selalu Menyertai
Istilah qarin juga cukup familiar. Secara bahasa, qarin berkaitan dengan sesuatu atau seseorang yang menyertai.Dalam Surah As-Saffat ayat 51 disebutkan:
قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّى كَانَ لِى قَرِينٌ
"Berkatalah salah seorang di antara mereka, 'Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman.'" (QS As-Saffat: 51)
Kata qarin dalam ayat tersebut menggambarkan teman atau orang yang menjadi pendamping. Al-Qur'an juga menggunakan istilah ini dalam konteks lain, termasuk pendamping yang dapat mengarahkan seseorang kepada keburukan.Karena itu, kedekatan dengan seseorang perlu diperhatikan. Teman yang terus-menerus berada di sekitar kita dapat memberikan pengaruh terhadap cara berpikir dan perilaku.
7. Khalil, Teman atau Kekasih yang Sangat Dekat
Khalil menggambarkan hubungan yang sangat dekat. Istilah ini disebutkan Allah SWT ketika menjelaskan kedudukan Nabi Ibrahim.Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 125:
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-Nya." (QS An-Nisa: 125)
Kata khalil menunjukkan kedekatan yang sangat kuat. Dalam konteks pergaulan, hal ini mengingatkan bahwa tidak semua orang dapat ditempatkan pada tingkat kedekatan yang sama.
8. Rafiq, Teman yang Baik
Al-Qur'an juga mengenalkan istilah rafiq, yang bermakna teman atau pendamping yang baik.Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 69:
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُو۟لَٰٓئِكَ رَفِيقًا
"Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS An-Nisa: 69)
Ayat tersebut memberikan gambaran bahwa teman terbaik adalah mereka yang membawa seseorang kepada lingkungan orang-orang yang mendapat nikmat Allah SWT.
9. Khadzul atau Khazala, Teman yang Meninggalkan Saat Susah
Tidak semua hubungan pertemanan membawa kebaikan. Al-Qur'an juga menggambarkan sosok yang meninggalkan atau tidak memberikan pertolongan ketika seseorang berada dalam kesulitan.Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Furqan ayat 29:لَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًا
"Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan setelah peringatan itu datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia." (QS Al-Furqan: 29)
Istilah khadzul berkaitan dengan pihak yang meninggalkan atau tidak menolong. Ayat tersebut menjadi peringatan tentang buruknya pengaruh teman yang justru menyesatkan dan tidak memberikan pertolongan dalam kebaikan.
10. Khadan, Hubungan Dekat yang Perlu Dihindari
Istilah terakhir adalah khadan, yang berkaitan dengan hubungan khusus atau teman dekat secara rahasia. Al-Qur'an menyebut istilah ini dalam Surah An-Nisa ayat 25.Allah SWT berfirman:
وَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنكُمْ طَوْلًا أَن يَنكِحَ ٱلْمُحْصَنَٰتِ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ فَمِن مَّا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُم مِّن فَتَيَٰتِكُمُ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ ۚ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَٰنِكُم ۚ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ فَٱنكِحُوهُنَّ بِإِذْنِ أَهْلِهِنَّ وَءَاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ مُحْصَنَٰتٍ غَيْرَ مُسَٰفِحَٰتٍ وَلَا مُتَّخِذَٰتِ أَخْدَانٍ ۚ فَإِذَآ أُحْصِنَّ فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَٰحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى ٱلْمُحْصَنَٰتِ مِنَ ٱلْعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ ٱلْعَنَتَ مِنكُمْ ۚ وَأَن تَصْبِرُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"...sedang mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan pula perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai teman rahasia..." (QS An-Nisa: 25)
Ayat ini menunjukkan larangan menjadikan seseorang sebagai pasangan atau teman rahasia dalam hubungan yang mengarah kepada perbuatan zina.
Memilih Teman, Memilih Lingkungan Kehidupan
Beragam istilah tersebut menunjukkan bahwa hubungan antarmanusia memiliki tingkat kedekatan dan karakter yang berbeda. Ada hubungan yang dapat menjadi sumber kebaikan, tetapi ada pula kedekatan yang justru membawa seseorang kepada keburukan.Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk memperhatikan lingkungan pergaulan. Teman bukan sekadar seseorang yang hadir untuk mengisi waktu luang, melainkan dapat menjadi sosok yang memengaruhi cara berpikir, sikap, dan perilaku.
Memilih teman dengan bijak menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga diri. Sebab, pertemanan yang sehat adalah hubungan yang saling menguatkan dalam kebaikan, bukan justru menjauhkan dari Allah SWT.
Baca juga:Salah Memilih Teman Bisa Jadi Petaka, Ini Adab Berteman dalam Islam










