5 Anime Dilarang di Sejumlah Negara, Nomor 4 Bikin China dan Amerika Khawatir
JAKARTA, iNews.id - Anime dikenal sebagai karya animasi yang berani mengangkat tema dewasa, kekerasan, hingga isu-isu kontroversial. Sebab itu, sejumlah judul anime pernah dilarang tayang atau dibatasi peredarannya di berbagai negara karena dinilai mengandung konten sensitif atau berpotensi memberi dampak negatif bagi masyarakat.
China menjadi salah satu negara yang memasukkan puluhan anime ke dalam daftar konten terlarang di platform online. Selain itu, Inggris, Australia, hingga Selandia Baru juga pernah mengambil langkah serupa terhadap beberapa judul anime dengan alasan yang berbeda-beda.
Berikut lima anime yang pernah menjadi sorotan karena kontroversinya.
1. Violence Jack
Violence Jack merupakan adaptasi OVA dari manga karya Go Nagai yang dikenal sebagai salah satu anime paling kontroversial sepanjang masa. Anime ini menampilkan kekerasan ekstrem, adegan berdarah secara eksplisit, hingga kekerasan seksual.
Saat dirilis secara internasional, beberapa episodenya ditolak mendapatkan klasifikasi di Inggris. Akibatnya, anime tersebut tidak boleh dijual, diimpor, maupun didistribusikan secara resmi di negara tersebut.
Hingga kini, Violence Jack masih sering disebut sebagai salah satu anime paling kontroversial yang pernah diproduksi.
2. Urotsukidoji: Legend of the Overfiend
Urotsukidoji: Legend of the Overfiend juga menjadi salah satu anime yang paling sering dikaitkan dengan kontroversi sensor. Film ini memadukan kekerasan grafis, body horror, konten seksual eksplisit, serta berbagai adegan yang dianggap mengganggu.
Di Inggris, anime ini sempat mengalami penyensoran besar-besaran sebelum akhirnya dirilis dalam versi yang telah dipotong. Sementara di beberapa negara lain, distribusinya dilarang sepenuhnya.
Di balik kontroversinya, anime ini turut mengubah pandangan sejumlah pemerintah terhadap animasi Jepang. Banyak negara kemudian mulai menerapkan sistem klasifikasi khusus karena menyadari anime tidak selalu ditujukan untuk anak-anak.
3. Kodomo no Jikan
Kodomo no Jikan menjadi salah satu anime yang paling memicu perdebatan di kalangan penggemar. Ceritanya berfokus pada murid sekolah dasar dan menghadirkan sejumlah situasi yang bersifat sugestif.
Meski pembuatnya menyatakan karya tersebut bertujuan mengangkat persoalan psikologis dan sosial, penyajiannya tetap menuai kritik. Sejumlah distributor bahkan memilih tidak merilis serial tersebut.
Di Australia, Classification Board menolak memberikan klasifikasi untuk beberapa versi manganya. Sementara animenya juga mendapat pengawasan ketat karena dinilai mengangkat tema yang sangat sensitif.
4. Death Note
Berbeda dengan anime lain dalam daftar ini, Death Note menjadi sorotan bukan karena kekerasan grafis atau konten seksual, melainkan karena kekhawatiran terhadap pengaruhnya di dunia nyata.
Seiring meningkatnya popularitas manga dan animenya, sejumlah sekolah di China, Amerika Serikat, serta beberapa negara Asia Tenggara melaporkan adanya siswa yang membuat tiruan "Death Note" dengan menuliskan nama teman maupun guru dalam buku catatan yang menyerupai buku di dalam cerita.
Kekhawatiran terhadap perilaku meniru tersebut membuat sejumlah sekolah melarang manga maupun merchandise Death Note dibawa ke lingkungan sekolah.
Pada 2015, Kementerian Kebudayaan China juga memasukkan Death Note ke dalam daftar anime yang dilarang di platform online domestik sekaligus membatasi penjualan produk terkait.
5. High School DxD
Meski memiliki basis penggemar besar di berbagai negara, High School DxD juga pernah dilarang di Selandia Baru. Pada 2015, Office of Film and Literature Classification menolak memberikan klasifikasi untuk OVA High School DxD New: Oppai, Tsutsumimasu!.
OVA tersebut dinilai menampilkan seksualisasi terhadap karakter yang tampak di bawah umur sehingga dianggap melanggar standar hukum setempat. Akibatnya, distribusi dan peredarannya sempat dilarang.
Larangan tersebut akhirnya dicabut pada 2023 setelah dilakukan peninjauan ulang. OVA itu kemudian memperoleh klasifikasi R16, tetapi kasus tersebut tetap menjadi salah satu contoh langka anime populer yang pernah dilarang secara resmi.










