Influencer K-pop Mina Chan Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri saat Live TikTok

Influencer K-pop Mina Chan Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri saat Live TikTok

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:13
share

Influencer K-pop asal Jepang yang berbasis di Korea Selatan, Mina Chan, meninggal dunia pada usia 26 tahun. Ia diduga mengakhiri hidupnya saat melakukan siaran langsung di TikTok setelah sebelumnya menghadapi kritik dan hujatan dari sejumlah penggemar K-pop.Chan dikenal sebagai penggemar berat grup K-pop ENHYPEN dan memiliki lebih dari 80.000 pengikut di TikTok.

Menurut Korea Herald, peristiwa tersebut terjadi pada 5 Agustus ketika Chan sedang melakukan siaran langsung dari kediamannya. Kantor Polisi Yongsan menyatakan menemukan Chan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 05.33 waktu setempat setelah menerima laporan dari salah satu kenalannya.

Sejumlah pengguna media sosial disebut sempat meminta bantuan kepada pihak berwenang ketika siaran langsung tersebut berlangsung. Mereka khawatir dengan kondisi Chan dan mendesak agar petugas segera turun tangan.

Baca Juga : Jisoo Minta Maaf, HUT ke-10 BLACKPINK Bikin Kecewa BLINK

Sebelum meninggal, Chan juga sempat menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan panjang di X pada 31 Juli. Pernyataan tersebut muncul setelah dirinya mendapat kritik terkait interaksinya dengan sejumlah anggota ENHYPEN."Saya merasa tindakan saya telah memanfaatkan kebaikan hati Sunoo. Saya sungguh menyesal. Saya merasa sangat bersalah kepada Sunoo dan seluruh penggemar Sunoo," tulis Chan.

Ia juga mengaku terlalu terbawa suasana karena berulang kali menghadiri acara fansign ENHYPEN. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya keliru menganggap hubungannya dengan para anggota grup lebih dekat dibandingkan kenyataan.

"Dengan menghadiri acara tanda tangan penggemar ENHYPEN berkali-kali, saya sempat terlena dan mengira hubungan saya dengan para anggota lebih dekat daripada kenyataannya," ujarnya.

Baca Juga : Tuai Kritikan, IU Diam-Diam Hapus Lagu Mantan Pacar dari Unggahan Instagram

Chan kemudian meminta maaf atas perilakunya saat berada di Amerika Serikat. Ia mengakui telah lebih mengutamakan keinginannya sendiri untuk bertemu Ni-ki dibandingkan menghargai waktu yang seharusnya dinikmati sang idol."Saya sangat menyesali perilaku kasar yang saya tunjukkan saat berada di Amerika. Saya merusak suasana acara karena lebih mementingkan keinginan pribadi untuk bertemu Ni-ki," tulisnya.

Meski telah menyampaikan permintaan maaf, Chan disebut masih menerima berbagai komentar bernada kebencian dari sejumlah pengguna media sosial.

Setelah kabar kematiannya beredar, sejumlah pengikut mendatangi unggahan terakhir Chan di Instagram untuk menyampaikan belasungkawa. Mereka juga mengecam perundungan yang dialaminya di tengah perselisihan di dalam fandom.

"Besarnya kebencian, pelecehan, dan sikap saling menyalahkan di dalam fandom ini sungguh menjijikkan," tulis salah satu pengguna.

Pengguna tersebut juga menyampaikan bahwa orang-orang yang memberikan tekanan dan menyakiti Chan tidak seharusnya mengatasnamakan diri sebagai penggemar.

"Kita telah kehilangan sosok gadis yang manis, cantik, dan baik hati. Orang-orang yang menyakitimu itu bukanlah penggemar," tulisnya.

Kematian Chan kembali menyoroti persoalan perundungan dan tekanan yang dapat muncul di tengah komunitas penggemar di media sosial. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya memberikan dukungan dan mencari bantuan ketika seseorang menunjukkan tanda-tanda sedang mengalami tekanan berat.

Topik Menarik