Kisah Gabriele Kaylaa, Influencer asal Malang yang Buktikan Sukses Bisa Dimulai dari Daerah
JAKARTA, iNews.id – Selama bertahun-tahun, Jakarta dianggap sebagai kiblat industri kreator digital di Indonesia. Banyak orang percaya bahwa untuk sukses sebagai kreator konten, seseorang harus pindah ke ibu kota agar lebih dekat dengan brand, agensi, hingga berbagai acara industri.
Namun anggapan itu perlahan mulai terpatahkan. Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, semakin banyak kreator dari berbagai daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Salah satu di antaranya adalah Gabriele Kalila Xandra, atau yang lebih dikenal publik sebagai Gabriele Kaylaa, beauty dan lifestyle 'content creator' asal Malang, Jawa Timur.
Tanpa harus meninggalkan kota kelahirannya, Gabriele berhasil membangun personal branding yang kuat di media sosial hingga dipercaya bekerja sama dengan sejumlah brand kecantikan ternama.
Perjalanannya menjadi bukti bahwa kesuksesan di era digital tidak lagi ditentukan oleh lokasi, melainkan kualitas karya, konsistensi, dan kemampuan memahami audiens.
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
Popularitas Gabriele terus meningkat sejak aktif menjadi kreator konten pada 2023. Akun TikTok miliknya, @gabrielekaylaa, kini telah memiliki sekitar 2 juta pengikut dengan lebih dari 19 juta tanda suka. Sementara akun Instagram dengan nama yang sama diikuti lebih dari 117 ribu pengguna.
Pencapaian tersebut diraih tanpa harus menetap di Jakarta yang selama ini dikenal sebagai pusat industri kreatif nasional.
Kepercayaan dari berbagai perusahaan pun datang seiring berkembangnya akun media sosial miliknya. Gabriele telah dipercaya menggarap kampanye bersama sejumlah brand besar seperti Make Over, Vaseline, Skintific, Maybelline, hingga Ciara.
Meski demikian, menjadi kreator dari daerah tetap memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah akses menuju berbagai kegiatan industri yang mayoritas masih berlangsung di Jakarta.
"Saya cukup sering memperoleh undangan untuk menghadiri event. Namun, karena saya berdomisili di Malang sedangkan banyak event creator berlangsung di Jakarta, kehadiran saya masih menyesuaikan jarak dan jadwal," ujar Gabriele saat dihubungi iNews.id, Kamis (6/8/2026).
Sebelum dikenal sebagai kreator konten, Gabriele sempat berkarier di tim marketing brand otomotif nasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga karena membuatnya memahami cara berpikir sebuah brand ketika merancang kampanye pemasaran.
Bekal itulah yang kini membantunya menghasilkan konten yang bukan hanya menarik perhatian penonton, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan para mitra bisnis.
Kesuksesan Gabriele juga terlihat dari performa kontennya sepanjang 2026. Total penayangan video di akun TikTok miliknya telah mencapai sekitar 33 juta views.
Salah satu kolaborasinya bersama Vaseline bahkan berhasil mencatatkan sekitar 18 juta views hanya dalam satu unggahan, menunjukkan besarnya jangkauan yang mampu dihasilkan seorang kreator dari luar ibu kota.
Pertumbuhan akunnya juga berlangsung sangat cepat. Pada 2025, Gabriele berhasil menambah lebih dari 500 ribu pengikut baru dalam satu periode, menandai lonjakan yang membuat namanya semakin dikenal di industri kreator digital.
Tak berhenti sebagai kreator konten, Gabriele juga mulai mengembangkan usaha di bidang kecantikan. Langkah tersebut memperlihatkan bagaimana profesi kreator kini tidak hanya menghasilkan pendapatan dari media sosial, tetapi juga menjadi jalan untuk membangun bisnis secara mandiri.
Menurut Gabriele, perubahan algoritma media sosial yang begitu cepat membuat setiap kreator harus terus belajar dan beradaptasi. Karena itu, fokus utama bukan sekadar mengikuti tren, tetapi memahami apa yang benar-benar dibutuhkan audiens.
"Hal yang lebih penting adalah memahami audiens, membuat pembukaan video yang menarik, mempertahankan perhatian penonton, memilih topik yang relevan, dan terus mengevaluasi performa konten," katanya.
Baginya, identitas sebagai kreator dan konsistensi dalam berkarya tetap menjadi kunci agar mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kisah Gabriele hadir di saat ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,38 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025, dengan pertumbuhan mencapai 6,86 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional. Sementara Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat terdapat sekitar 17 juta content creator di Indonesia, dengan sekitar 8 juta orang telah memiliki penghasilan di atas upah minimum regional (UMR).
Menariknya, pertumbuhan kreator digital kini semakin merata. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), jutaan pembuat konten aktif tidak lagi terkonsentrasi di Jakarta, melainkan tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Di tengah perubahan tersebut, perjalanan Gabriele Kaylaa menjadi gambaran bahwa peluang sukses kini semakin terbuka bagi siapa saja. Berbekal kreativitas, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar, seorang kreator dari daerah pun mampu berdiri sejajar dengan nama-nama besar di industri digital nasional.








