Berkali-kali Gagal Berhenti Merokok? Dokter Ungkap Ini Penyebabnya

Berkali-kali Gagal Berhenti Merokok? Dokter Ungkap Ini Penyebabnya

Gaya Hidup | inews | Senin, 3 Agustus 2026 - 05:53
share

JAKARTA, iNews.id - Banyak perokok mengaku kesulitan menghentikan kebiasaan merokok meski sudah berkali-kali mencoba. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Mario Johan, mengungkapkan penyebabnya bukan semata-mata karena kurangnya niat atau tekad, melainkan karena otak telah membentuk pola kebiasaan yang memicu keinginan merokok secara otomatis.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dr Mario menjelaskan bahwa kebiasaan merokok sering kali melekat pada berbagai aktivitas sehari-hari, seperti setelah makan, saat minum kopi, atau ketika mengalami stres. Akibatnya, keinginan untuk merokok akan muncul secara refleks ketika seseorang menjalani rutinitas tersebut.

"Ini ya guys, kalau lu berkali-kali gagal berhenti merokok itu bukan selalu karena lu lemah. Masalahnya otak kamu itu udah bikin pola. Habis makan, merokok, lagi stres merokok, minum kopi merokok. Jadi pas stop, itu muncul yang namanya craving secara otomatis," kata dr Mario, dikutip Minggu (2/8/2026).

Menurutnya,  banyak orang melakukan kesalahan dengan mencoba berhenti merokok secara mendadak hanya bermodalkan kemauan yang kuat. Padahal, nikotin dari rokok maupun vape masuk ke tubuh dengan sangat cepat sehingga menyebabkan lonjakan dan penurunan kadar nikotin secara drastis. Kondisi tersebut memicu ketergantungan serta munculnya gejala putus nikotin atau withdrawal.

Karena itu, dr. Mario menyarankan penggunaan Nicotine Replacement Therapy (NRT) atau terapi pengganti nikotin sebagai salah satu metode medis yang dapat membantu proses berhenti merokok. Terapi ini memberikan nikotin dalam dosis yang terukur tanpa melibatkan asap maupun daun tembakau.

"Ini by data ya, salah satu lini pertama yang bisa dipakai itu namanya ini: NRT atau Nicotine Replacement Therapy. Ini tuh salah satu contoh untuk kontrol ketergantungan sama nikotin dan bantu kurangin tanda-tanda withdrawal," ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan data medis, kombinasi niat yang kuat dengan terapi NRT dapat meningkatkan peluang keberhasilan berhenti merokok hingga dua kali lipat. Peluang tersebut bahkan bisa meningkat hingga lima kali lipat apabila disertai pendampingan tenaga medis.

"Nah, kalau NRT plus niat plus konsultasi, itu bisa sampai lima kali lebih tinggi. Jadi idealnya itu jangan jalan sendiri. Bisa mulai dari konsul ke dokter dulu, kayak spesialis paru, penyakit dalam, bisa juga ke kedokteran jiwa, atau cari yang namanya klinik UBM, Usaha Berhenti Merokok. Di puskesmas itu setahu gue ada juga," katanya.

Lebih lanjut, dr. Mario mengungkapkan bahwa terapi pengganti nikotin kini semakin mudah diperoleh di berbagai apotek, salah satunya dalam bentuk permen karet nikotin atau NRT gum. Meski demikian, penggunaannya harus mengikuti petunjuk yang benar, yakni dikunyah perlahan, didiamkan sejenak di dalam mulut, kemudian dikunyah kembali agar nikotin dapat terserap secara optimal.

Dia juga mengingatkan masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan terapi tersebut.

Di akhir penjelasannya, dr. Mario menegaskan bahwa berhenti merokok membutuhkan strategi yang tepat, bukan hanya mengandalkan tekad sesaat.

"Berhenti merokok itu memang susah, tapi jangan cuma modal niat. Harus pakai yang namanya sistem," ujarnya.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi SEO dengan subjudul dan panjang sekitar 500–700 kata.

Topik Menarik