Viral! Pria Ini Kehilangan Penglihatan Gegara Sering Kucek Mata

Viral! Pria Ini Kehilangan Penglihatan Gegara Sering Kucek Mata

Gaya Hidup | okezone | Senin, 27 Juli 2026 - 06:11
share

JAKARTA - Kebiasaan mengucek mata yang dianggap sepele ternyata dapat berdampak serius bagi kesehatan mata. Seorang pria berusia 36 tahun di China mengalami gangguan penglihatan setelah didiagnosis mengalami infestasi tungau Demodex pada kelopak matanya, yang diperparah oleh kebiasaan menggosok mata dan kurang menjaga kebersihan lingkungan.

Kasus tersebut dialami Yu, warga Provinsi Hubei, China. Selama sekitar enam bulan, ia mengeluhkan mata terasa kering, gatal, lengket, dan tidak nyaman. Bukannya segera memeriksakan diri, Yu justru terus mengucek mata dan hanya menggunakan obat tetes mata yang dibelinya sendiri. Namun, keluhannya tak kunjung membaik, bahkan penglihatannya semakin menurun.

Setelah memeriksakan diri ke klinik, dokter mendiagnosis Yu mengalami blefaritis akibat Demodex, yaitu peradangan pada kelopak mata yang disebabkan oleh pertumbuhan tungau Demodex secara berlebihan di folikel bulu mata.

Infeksi Mata

Melansir laman SCMP, Dokter Qin Jiao yang menanganinya menemukan jumlah tungau yang sangat banyak di bulu mata pasien. Dari sampel delapan helai bulu mata pada masing-masing mata, setiap folikel diketahui dihuni sekitar delapan hingga sembilan tungau.

Dengan jumlah bulu mata manusia yang berkisar antara 100 hingga 150 helai per mata, dokter memperkirakan total tungau yang menginfeksi mata Yu mencapai ratusan hingga lebih dari seribu ekor.

Infestasi tersebut juga memicu sindrom mata kering yang semakin memperburuk kondisi matanya.

Menurut dokter, kebiasaan hidup Yu menjadi salah satu faktor utama penyebab infeksi. Selain sering mengucek mata, ia diketahui jarang mengganti seprai, bahkan hanya melakukannya setiap tiga bulan sekali.

Dokter menjelaskan bahwa blefaritis Demodex merupakan penyakit yang cukup sering ditemukan. Tungau tersebut hidup di folikel bulu mata maupun kelenjar minyak di sekitar kelopak mata. Penderitanya umumnya mengalami mata gatal, sensasi terbakar, rasa seperti ada benda asing di mata, hingga kerontokan bulu mata.

Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat merusak kornea sehingga memengaruhi kemampuan penglihatan.

Ia juga mengingatkan bahwa gejala penyakit ini kerap disalahartikan sebagai konjungtivitis atau mata merah biasa. Akibatnya, banyak pasien memilih mengobati sendiri menggunakan obat tetes mata sehingga penanganan yang tepat menjadi terlambat.

Untuk mengatasi kondisi Yu, dokter memberikan terapi intense pulsed light (IPL) dan obat antiinflamasi guna mengendalikan peradangan. Pasien juga diminta rutin membersihkan area pangkal bulu mata menggunakan produk yang mengandung minyak pohon teh (tea tree oil).

Selain itu, Yu dianjurkan lebih sering mengganti seprai, tidak berbagi handuk dengan orang lain, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, serta membatasi waktu menatap layar gawai.

Dokter Qin menambahkan bahwa kasus infestasi tungau mata dilaporkan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gaya hidup modern, seperti penggunaan layar yang berlebihan, daya tahan tubuh yang menurun, hingga kebiasaan membersihkan area mata yang kurang optimal.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan mata apabila mengalami kelopak mata gatal, lengket saat bangun tidur, mata terasa kering, atau bulu mata mulai rontok, agar dapat memperoleh penanganan sedini mungkin.

Topik Menarik