Kemenag Gelar Festival Literasi, Dari Wakaf Al-Qur’an hingga Cek Kesehatan Gratis

Kemenag Gelar Festival Literasi, Dari Wakaf Al-Qur’an hingga Cek Kesehatan Gratis

Gaya Hidup | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 15:33
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama akan menggelar Festival Literasi Islam yang dikemas dalam Muharam Islamic Literacy Festival (MILFEST) 1448 H. Acara ini akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Gedung Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) – Pusat Literasi Keagamaan Islam, Ciawi, Bogor. Ada beragam kegiatan, termasuk Cek Kesehatan Gratis, donor darah, dan wakaf Al-Qur’an.

Mengusung tema “Hijrah melalui Literasi Islam Menuju Generasi Beragama, Berdaya, dan Berdampak”, festival ini juga menghadirkan ruang belajar, rekreasi edukatif, hingga pemberdayaan ekonomi umat dalam satu rangkaian kegiatan.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat mengatakan, MILFEST dirancang sebagai upaya memperkuat budaya literasi Islam sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan masyarakat. 

Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca buku, tetapi juga memahami sejarah, peradaban, dan nilai-nilai Islam yang relevan dengan kehidupan saat ini.

“MILFEST menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan semangat hijrah melalui literasi. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa belajar tentang Islam dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, inklusif, dan memberi manfaat bagi kehidupan,” ujar Arsad Hidayat, Selasa (21/7/2026).

Arsad menambahkan, penyelenggaraan festival ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Unit Percetakan Al-Qur’an sebagai pusat literasi keagamaan Islam yang terbuka bagi masyarakat. 

Karena itu, selain menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, pengunjung juga diajak mengenal proses lahirnya mushaf Al-Qur’an standar Indonesia melalui wisata literasi yang telah disiapkan secara terstruktur.

Kasubdirektorat Kepustakaan Islam, Dedi Slamet Riyadi, menjelaskan, MILFEST menghadirkan beragam aktivitas yang dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pameran buku, bedah buku dan jumpa penulis, talkshow, wisata literasi, wakaf Al-Qur’an, bazar UMKM, donor darah, cek kesehatan gratis, lomba mewarnai, hingga Islamic fashion show. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB.

“Kami ingin menghadirkan festival yang bukan hanya menguatkan budaya membaca, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, penerbit, komunitas literasi, pelaku UMKM, lembaga keagamaan, hingga masyarakat umum. Karena itu, seluruh kegiatan dirancang saling terhubung dan dapat dinikmati semua kalangan,” kata Dedi Slamet Riyadi.

Menurut Dedi, salah satu daya tarik utama MILFEST adalah Wisata Literasi Islam yang membawa pengunjung menjelajahi berbagai fasilitas di Gedung UPQ-PLKI. Melalui alur kunjungan yang telah disusun, peserta akan diajak mengunjungi auditorium, museum Al-Qur’an, galeri kaligrafi, perpustakaan, area sejarah Islam, hingga melihat langsung proses pencetakan Al-Qur’an dari zona steril percetakan.

Dia menuturkan, wisata literasi tersebut dilengkapi penayangan film edukasi mengenai sejarah penulisan Al-Qur’an, sejarah mushaf standar Indonesia, perkembangan percetakan Al-Qur’an, moderasi beragama, hingga sejarah masuknya Islam di Indonesia. Seluruh materi disesuaikan dengan sesi kunjungan sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Dedi juga mengajak masyarakat melakukan pendaftaran kunjungan lebih awal melalui formulir daring yang telah disiapkan panitia. Pendaftaran dibuka untuk kunjungan mandiri maupun rombongan dari sekolah, perguruan tinggi, majelis taklim, komunitas, hingga instansi, dengan pilihan tiga sesi kunjungan setiap harinya.

Sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar tentang pentingnya membangun masyarakat yang beragama sekaligus berdampak bagi lingkungan sosial, MILFEST diharapkan menjadi ruang bertemunya literasi, nilai keislaman, kreativitas, dan kolaborasi dalam membangun generasi yang cerdas, moderat, dan berdaya.

MILFEST 1448 H merupakan salah satu rangkaian Peaceful Muharam 1448 H yang mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”. Program yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama ini menghadirkan beragam kegiatan keagamaan, sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya menyemarakkan Tahun Baru Islam sekaligus memperluas manfaat kehadiran agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Topik Menarik