Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam

Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:15
share

Pencarian mengenai pesugihanuntuk cepat kaya belakangan ramai di media sosial dan mesin pencari. Tidak sedikit orang yang tergoda menempuh jalan pintas demi memperoleh kekayaan dalam waktu singkat melalui ritual-ritual mistis. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum pesugihan dalam Islam? Apakah praktik tersebut dibenarkan oleh syariat?

Dalam ajaran Islam,rezekimerupakan karunia Allah SWT yang harus dicari melalui cara-cara yang halal. Karena itu, segala bentuk usaha memperoleh harta dengan meminta bantuan makhluk gaib atau melakukan ritual yang bertentangan dengan syariat termasuk perbuatan yang dilarang.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri atau populer disapa Buya Yahya, menegaskan bahwa seluruh bentuk pesugihan yang melibatkan jin, setan, atau makhluk gaib merupakan perbuatan yang diharamkan dalam Islam karena termasuk kesyirikan.

Dalam salah satu kajian yang diunggah di kanal Al Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa seorang Muslim tidak boleh menggantungkan harapan rezekinya kepada selain Allah SWT. "Itu adalah kesyirikan. Hukumnya haram dan masuk kepada syirik," tegas Buya Yahya saat menjawab pertanyaan jamaah mengenai praktik pesugihanBaca juga:Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS

Apa Itu Pesugihan?

Pesugihan adalah praktik mencari kekayaan dengan cara melibatkan kekuatan gaib, seperti meminta bantuan jin, melakukan ritual tertentu, menggunakan jimat, sesajen, atau media lain yang diyakini memiliki kekuatan supranatural.

Sebagian pelaku percaya bahwa kekayaan dapat diperoleh secara instan melalui bantuan makhluk halus. Padahal keyakinan semacam ini bertentangan dengan prinsip tauhid karena menggantungkan harapan kepada selain Allah SWT.

Hukum Pesugihan dalam Islam

Pesugihan hukumnya haram. Bahkan apabila seseorang meyakini bahwa jin, dukun, benda pusaka, atau makhluk selain Allah mampu memberikan rezeki dan kekayaan secara mandiri, maka perbuatan tersebut termasuk syirik, yakni dosa terbesar dalam Islam.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS An-Nisa: 48)Ayat ini menunjukkan bahwa syirik merupakan dosa yang sangat berat apabila pelakunya meninggal dunia tanpa bertaubat.

Larangan Meminta Bantuan kepada Jin

Islam juga melarang manusia meminta perlindungan maupun bantuan kepada bangsa jin.

Allah SWT berfirman:

وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

"Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara golongan jin, maka jin-jin itu hanya menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." (QS Al-Jinn: 6)

Ayat ini menegaskan bahwa meminta pertolongan kepada jin bukanlah jalan yang dibenarkan dalam syariat. Seorang muslim diperintahkan hanya bergantung kepada Allah SWT dalam setiap urusannya.

Bahaya Pesugihan bagi Akidah

Praktik pesugihan bukan hanya berdampak pada kehidupan dunia, tetapi juga dapat merusak keimanan seseorang. Berikut beberapa bahayanya.

1. Merusak Tauhid

Tauhid mengajarkan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa memberikan rezeki. Ketika seseorang menggantungkan harapan kepada selain-Nya, kemurnian tauhid menjadi rusak.

2. Termasuk Perbuatan Syirik

Mayoritas praktik pesugihan mengandung unsur menyekutukan Allah, baik melalui pemujaan kepada jin, persembahan sesajen, maupun ritual-ritual yang tidak diajarkan dalam Islam.

3. Menghilangkan Keberkahan Harta

Harta yang diperoleh melalui jalan haram tidak akan mendatangkan ketenangan hidup. Sebaliknya, ia justru menjadi sebab datangnya berbagai musibah dan hilangnya keberkahan.

4. Menjerumuskan kepada Kemaksiatan

Tidak sedikit ritual pesugihan yang mensyaratkan perbuatan bertentangan dengan syariat, seperti meninggalkan salat, memberikan persembahan kepada makhluk gaib, menyembelih hewan atas nama selain Allah, hingga melakukan berbagai bentuk kesyirikan lainnya.

Cara Mendapatkan Rezeki yang Halal

Islam mengajarkan bahwa rezeki hendaknya diperoleh melalui usaha yang halal dan penuh keberkahan. Beberapa ikhtiar yang dianjurkan antara lain:1.Bekerja dengan jujur dan sungguh-sungguh.2.Memperbanyak doa serta istighfar.3.Bertawakal kepada Allah SWT setelah berikhtiar.4.Menjaga kejujuran dalam bermuamalah.5.Memperbanyak sedekah dan menunaikan zakat.6.Menjauhi riba, penipuan, korupsi, dan seluruh bentuk penghasilan yang haram.

Rezeki yang halal, meskipun tidak datang secara instan, akan membawa ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.

Pernah Melakukan Pesugihan? Ini yang Harus Dilakukan

Islam tidak pernah menutup pintu taubat bagi siapa pun yang ingin kembali kepada Allah SWT.

Seseorang yang pernah terlibat dalam praktik pesugihan dianjurkan segera melakukan beberapa langkah berikut:

1.Menghentikan seluruh praktik pesugihan.2.Memutus hubungan dengan dukun atau pihak yang terlibat.3.Bertaubat dengan taubat nasuha.4.Memperbanyak istighfar dan amal saleh.5.Memperkuat akidah serta memperdalam ilmu agama.

Allah SWT berfirman:"Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." (QS Az-Zumar: 53)

Ayat ini menjadi kabar gembira bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, pintu ampunan Allah tetap terbuka selama ia bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Rezeki Sejati Berasal dari Allah SWT

Keinginan untuk hidup berkecukupan merupakan hal yang wajar. Namun Islam mengajarkan bahwa jalan menuju kekayaan tidak boleh ditempuh dengan mengorbankan akidah.

Pesugihan mungkin menawarkan janji kekayaan instan, tetapi praktik tersebut justru dapat merusak tauhid dan menghilangkan keberkahan hidup. Seorang muslim diperintahkan untuk bekerja, berdoa, bertawakal, dan meyakini bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang memberi rezeki.

Harta yang diperoleh melalui jalan halal, meskipun tidak melimpah, jauh lebih bernilai daripada kekayaan yang didapat melalui cara-cara yang diharamkan oleh syariat.

Baca juga:Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir

Topik Menarik