Kebiasaan Pakai Celana Ketat Bisa Rusak Kualitas Sperma, Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id – Menjaga kualitas sperma tidak hanya bergantung pada pola makan sehat dan rutin berolahraga. Ada kebiasaan sederhana yang kerap dilakukan pria, tetapi ternyata dapat berdampak buruk terhadap kesehatan reproduksi.
Dokter spesialis andrologi dan kesehatan reproduksi pria, dr. Jefry Tribowo, mengingatkan salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah memakai celana terlalu ketat atau bahkan berlapis-lapis. Menurut dia, kondisi tersebut dapat meningkatkan suhu di area selangkangan sehingga mengganggu produksi sperma.
“Lalu ada beberapa kebiasaan pria muda yang saya sering temui dan sebetulnya itu sangat buruk untuk sperma, yaitu adalah kebiasaan memakai celana yang terlalu ketat sampai tiga lapis,” kata dr Jefry, dikutip Kamis (2/7/2026).
Dia mengungkapkan, tidak sedikit pria yang mengenakan beberapa lapis celana sekaligus, mulai dari celana dalam, boxer, hingga celana panjang. Kebiasaan tersebut tanpa disadari dapat memicu suhu di area reproduksi menjadi lebih panas.
“Entah kenapa ya pria-pria tuh banyak yang dia itu kalau pakai celana dia tiga lapis; celana dalam, boxer, lalu pakai lagi celana panjang,” ujarnyq.
Menurut dr Jefry, buah zakar membutuhkan suhu yang lebih rendah agar mampu memproduksi sperma secara optimal. Ketika suhu meningkat akibat penggunaan celana yang terlalu ketat atau berlapis, proses pembentukan sperma dapat terganggu.
“Hal ini dapat mengganggu kualitas sperma karena buah zakar kita itu memerlukan suhu yang lebih dingin untuk bisa memproduksi sperma yang optimal,” jelas dr. Jefry.
Dia menambahkan, suhu yang terlalu panas dan lembap di area selangkangan berpotensi menghasilkan sperma yang kualitasnya menurun. Kondisi tersebut bahkan dapat memengaruhi peluang pasangan yang sedang menjalani program kehamilan.
“Kalau misalnya suhunya ini terlalu panas karena celana yang terlalu ketat atau pemakaiannya tiga lapis, maka ini dapat mengakibatkan gangguan sperma,” kata dia.
Karena itu, pria disarankan memilih celana yang nyaman dan tidak terlalu ketat serta menghindari penggunaan celana berlapis-lapis dalam waktu lama. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu menjaga suhu ideal di area reproduksi sehingga kualitas sperma tetap optimal.









