Bahaya Rebahan Setelah Makan Banyak, Bikin Deg-degan!
JAKARTA – Rasa berdebar, dada terasa penuh, hingga napas menjadi lebih pendek setelah makan dalam porsi besar sering kali membuat seseorang khawatir mengalami gangguan jantung. Padahal, kondisi tersebut bisa saja merupakan respons normal tubuh yang terjadi saat sistem pencernaan bekerja lebih keras mengolah makanan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, dalam unggahan di akun Instagramnya menjelaskan bahwa fenomena tersebut memiliki kaitan erat dengan proses pencernaan yang berlangsung setelah seseorang makan dalam jumlah banyak.
Menurut dr. Cecep, ketika tubuh menerima asupan makanan dalam porsi besar, sistem pencernaan, terutama usus, membutuhkan lebih banyak energi dan aliran darah untuk mengolah makanan tersebut. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memastikan pasokan darah ke seluruh tubuh tetap terpenuhi.
"Waktu kita makan porsi besar, usus butuh tambahan aliran darah yang lumayan banyak buat proses pencernaan. Nah, jantung pun ikut kerja lebih keras buat memastikan sisa tubuh tetap terpasok. Makanya muncul sensasi deg-degan itu," kata dr. Cecep.
Jantung Berdebar
Selain jantung berdebar, sebagian orang juga mengeluhkan napas yang terasa lebih pendek atau sesak setelah makan terlalu banyak. Kondisi ini berkaitan dengan lambung yang mengembang akibat menampung makanan dalam jumlah besar.
Secara medis, kondisi tersebut dikenal sebagai gastric distension atau peregangan lambung. Karena posisi lambung berada tepat di bawah diafragma, pembesaran lambung dapat mengurangi ruang gerak paru-paru saat bernapas.
Tak hanya itu, lambung yang membesar juga dapat memberikan tekanan pada saraf vagus, yaitu saraf yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk detak jantung.
"Napas pendeknya juga ada sebabnya. Lambung yang penuh mengembang, istilah medisnya gastric distension. Letaknya persis di bawah otot pernapasan kita, jadi ruang paru-paru makin sempit. Ditambah lagi bisa ikut menekan saraf vagus, saraf yang punya jalur langsung ke jantung," jelasnya.
Untuk mengurangi keluhan tersebut, dr. Cecep menyarankan agar seseorang tidak langsung berbaring atau rebahan setelah makan. Posisi tersebut dapat meningkatkan tekanan pada area dada sekaligus memicu naiknya asam lambung.
"Kalau mengalami ini, coba duduk santai, longgarkan pakaian yang ketat, dan jangan langsung rebahan," ujarnya.
Meski umumnya tidak berbahaya, dr. Cecep mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada apabila keluhan berdebar setelah makan disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan jantung.
Jika muncul nyeri dada hebat seperti diremas, menjalar ke punggung atau bagian tubuh lain, serta terjadi meski hanya makan dalam porsi kecil, maka pemeriksaan medis harus segera dilakukan.
"Tapi dicatat ya, kalau deg-degannya disertai nyeri dada seperti diremas, tembus ke punggung, apalagi walaupun cuma makan sedikit, segera ke IGD. Bisa jadi tanda otot jantung kekurangan oksigen," pungkasnya.








