Women's Inspiration Awards 2026, Wamenpar Ni Luh Puspa Berbagi Cerita soal Perempuan Hebat Penggerak Pariwisata

Women's Inspiration Awards 2026, Wamenpar Ni Luh Puspa Berbagi Cerita soal Perempuan Hebat Penggerak Pariwisata

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 1 Mei 2026 - 10:34
share

JAKARTA – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Indonesia, Ni Luh Puspa, turut hadir di acara Women's Inspiration Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Kamis 30 April 2026 malam WIB. Dalam momen itu, Ni Luh Puspa berbagi cerita soal perempuan hebat penggerak pariwisata Indonesia.

Bagi Ni Luh Puspa, perjalanan dinas ke berbagai pelosok negeri bukan sekadar menjalankan tugas birokrasi. Ada pengalaman batin yang mendalam setiap kali ia menginjakkan kaki di desa-desa wisata dan bertatap muka langsung dengan para penggerak lokal.

1. Perempuan Hebat Penggerak Pariwisata

Di desa-desa wisata, Ni Luh Puspa menemukan bahwa jantung pariwisata Indonesia sesungguhnya berdenyut di tangan para perempuan. Dalam setiap kunjungannya, Ni Luh mengaku selalu terkesan dengan peran ganda yang dijalankan oleh kaum perempuan di desa.

Menurut Ni Luh Puspa, mereka bukan hanya menjadi pemanis, melainkan motor penggerak utama yang menghidupkan ekosistem pariwisata. Perempuan-perempuan ini berperan melestarikan seni budaya, mengelola UMKM desa, hingga menjadi pemandu wisata yang andal.

"Bertemu mereka, mendengar cerita mereka, itu membuat saya jadi terus semangat untuk mengemban amanah ini," ungkap Ni Luh Puspa di momen talkshow dalam Women's Inspiration Awards yang berlangsung di Jakarta Concert Hall, iNews Tower.

2. Keterlibatan Perempuan dalam Industri

Ni Luh menekankan soal Indonesia saat ini memiliki kekayaan berupa 6.200 desa wisata yang tersebar dari ujung barat hingga timur. Ni Luh telah menyambangi banyak di antaranya, mulai dari kawasan Toba, Bali, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Labuan Bajo.

Dari sekian banyak destinasi yang ia datangi, terdapat sebuah fakta kuat yang menjadi kesamaan di setiap daerah. Ni Luh menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam industri ini bukan sekadar perasaan, melainkan didukung oleh data yang valid.

"Semuanya ada satu benang merah yang saya temukan yaitu perempuan ternyata punya peran yang begitu besar di sektor pariwisata. Dan kalau dari data juga, 60 pekerja di sektor pariwisata itu adalah perempuan. Jadi luar biasa," ujarnya menekankan betapa dominannya kontribusi kaum hawa.

 

3. Pendampingan dari Kemenpar

Melihat potensi besar tersebut, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk tidak melepaskan para pelaku wisata berjalan sendirian. Pendampingan terus dilakukan secara intensif, tidak hanya menyasar desa wisata, tetapi juga membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta menggandeng sektor swasta.

Tujuannya satu, yakni mendorong seluruh ekosistem. Dengan begitu, pariwisata Indonesia menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Bagi Ni Luh, tidak ada hal yang lebih krusial daripada memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan tanpa mengabaikan kelestarian jangka panjang. Ia percaya bahwa kualitas dan keberlanjutan adalah dua sisi mata uang yang akan menentukan masa depan bangsa.

Ketika sebuah destinasi dikelola dengan standar kualitas yang tinggi dan prinsip berkelanjutan, maka dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Karena ketika pariwisata itu berkualitas, pariwisata itu berkelanjutan, tentu itu akan memberikan dampak ekonomi yang panjang bagi masyarakat Indonesia, bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata dia.

Topik Menarik