Mitos atau Fakta: Kurang Tidur Picu Diabetes

Mitos atau Fakta: Kurang Tidur Picu Diabetes

Gaya Hidup | okezone | Senin, 20 April 2026 - 20:18
share

JAKARTA - Tidur yang cukup adalah hal yang dibutuhkan agar tubuh tetap prima. Dengan tidur, tubuh bisa kembali memulihkan rasa lelah yang dirasakan, baik secara fisik maupun mental.

Namun, jangan salah, waktu tidur untuk beristirahat ini juga sangat dianjurkan tepat. Jika kamu kurang tidur, maka hal tersebut akan berdampak pada kondisi psikologis dalam berkegiatan esok hari saat bangun.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Frontiers berjudul “The effects of sleep deprivation on cognitive flexibility: a scoping review of outcomes and biological mechanisms”, kurang tidur bisa mengurangi akurasi ketepatan otak dalam berpikir.

Selain itu, hal tersebut secara biologis bisa membuat pasokan oksigen ke otak berkurang, aliran darah ke otak tidak lancar, dan terjadi perubahan hormon serta gen dalam tubuh.

Sementara itu, melansir dari Harvard Health Publishing, kurang tidur bisa membuat tubuh lemas dan setiap sistem dalam tubuh rusak. Hal itu dapat menyebabkan kamu gampang terserang berbagai penyakit.

Seperti salah satunya penyakit diabetes, di mana itu terjadi jika kamu hanya tidur selama lima hingga enam jam dalam sehari. Durasi jam tidur seperti itu bisa berpotensi membuat terkena diabetes tipe dua dibandingkan dengan tidur tujuh hingga delapan jam sehari.

Selain itu, kurang tidur juga bisa menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. Hal tersebut bisa saja terjadi pada orang dewasa dengan durasi tidur yang singkat, seperti empat jam atau bahkan kurang dari itu.

Risiko penyakit jantung, kolesterol, dan trigliserida juga turut mengintai jika kamu kurang tidur. Di sisi lain, kurang tidur juga bisa menyebabkan kadar hormon stres dan zat-zat yang menunjukkan peradangan lebih tinggi dalam darah. Tanda-tanda tersebut merupakan faktor kunci dalam penyakit kardiovaskular.

Topik Menarik