5 Fakta Kasus Uya Kuya Dituduh Punya 750 Dapur MBG, Nomor 4 Mengejutkan!

5 Fakta Kasus Uya Kuya Dituduh Punya 750 Dapur MBG, Nomor 4 Mengejutkan!

Gaya Hidup | inews | Senin, 20 April 2026 - 03:03
share

JAKARTA, iNews.id – Anggota DPR sekaligus figur publik Surya Utama alias Uya Kuya mendadak jadi sorotan publik setelah muncul kabar dirinya memiliki 750 dapur makan bergizi gratis (MBG). Isu tersebut viral di media sosial dan langsung memicu perbincangan luas.

Kabar ini beredar lewat unggahan yang menampilkan foto Uya Kuya dengan narasi seolah-olah dia terlibat dalam pengelolaan ratusan dapur MBG. Informasi tersebut bahkan dikaitkan dengan program besar, sehingga membuatnya semakin cepat menyebar dan dipercaya sebagian warganet.

Menanggapi hal tersebut, Uya Kuya langsung buka suara dan menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. Dia menyebut kabar tersebut sebagai hoaks dan telah melaporkannya ke Polda Metro Jaya untuk diproses secara hukum.

Agar lebih lengkap mengetahui kasus ini, berikut beberapa fakta baru yang perlu Anda ketahui terkait tuduhan Uya Kuya memiliki 750 dapur MBG yang dipastikan kabar hoaks:

5 Fakta Kasus Tuduhan Uya Kuya Punya 750 Dapur MBG

1. Berawal dari unggahan viral di Threads

Isu ini pertama kali mencuat dari media sosial Threads. Unggahan tersebut menampilkan foto Uya Kuya dengan narasi yang menyebut dia memiliki 750 dapur MBG, sehingga langsung menarik perhatian publik.

Uya Kuya bantah punya 750 dapur MBG. (Foto: Instagram)

2. Uya Kuya tegas membantah

Uya Kuya memastikan kabar tersebut tidak benar. Dia menegaskan tidak pernah memiliki atau mengelola ratusan dapur MBG seperti yang beredar di media sosial.

3. Foto yang beredar merupakan hasil editan

Dalam laporan yang diajukan, disebutkan bahwa foto yang digunakan telah dimanipulasi. Gambar tersebut kemudian dipadukan dengan narasi menyesatkan yang tidak sesuai fakta.

4. Punya usaha kuliner, tapi bukan program MBG

Fakta lainnya, Uya Kuya memang memiliki usaha di bidang kuliner. Namun, dapur tersebut bukan bagian dari program MBG pemerintah, sehingga narasi yang beredar dinilai telah dipelintir.

5. Berujung laporan polisi dan proses hukum

Merasa dirugikan, Uya Kuya resmi melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada Sabtu 18 April 2026. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan laporan tersebut.

"Iya benar (Uya Kuya membuat laporan) penyebaran berita bohong," ujarnya pada iNews.id, Minggu (19/4/2026).

Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi tengah menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan konten hoaks tersebut, sementara Uya Kuya berharap langkah hukum ini bisa memberikan efek jera dan menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi.

Topik Menarik