Perang AS-Israel Vs Iran Memanas, Umi Pipik Sarankan Perkuat Iman
JAKARTA, iNews.id – Konflik yang memanas antara AS-Israel vs Iran memantik beragam respons dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama. Pendakwah Pipik Dian Irawati atau yang akrab disapa Umi Pipik mengingatkan umat Muslim agar tidak sekadar terpaku pada panasnya situasi geopolitik, melainkan menjadikannya sebagai momentum introspeksi diri.
Menurutnya, kondisi dunia yang kian tak menentu harus disikapi dengan memperkuat iman dan takwa, bukan dengan kepanikan berlebihan ataupun perdebatan tanpa ujung di media sosial.
Jadikan Konflik sebagai Pengingat, Bukan Sekadar Tontonan
Umi Pipik menilai, berbagai konflik di Timur Tengah hendaknya menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Ia mengajak umat Islam untuk tidak terlena oleh urusan duniawi, terlebih ketika tanda-tanda kerusakan moral dan peperangan kian nyata.
“Sebagai Muslim, jangan hanya sibuk membahas siapa menang dan siapa kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri secara spiritual,” pesan Umi Pipik dalam sebuah kesempatan di kawasan Tapos, Depok, Jawa Barat.
Ia menekankan bahwa memperbanyak ibadah, menjaga salat, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT merupakan langkah utama yang harus ditempuh dalam situasi seperti ini.
Istri almarhum Ustaz Jefri Al Buchori itu juga mengingatkan bahwa ujian akhir zaman bukan hanya berupa peperangan fisik, tetapi juga lemahnya iman dan kuatnya godaan dunia.
Menurutnya, umat Muslim perlu memperkuat fondasi keislaman sejak dari lingkungan keluarga. Pendidikan agama kepada anak-anak, menjaga akhlak, serta membiasakan dzikir dan membaca Al-Quran menjadi benteng utama menghadapi situasi global yang tidak stabil.
“Jangan sampai kita ikut larut dalam kebencian atau hanya sibuk menyalahkan pihak lain. Yang harus diperbaiki pertama kali adalah diri sendiri,” tegasnya.
Tidak Terprovokasi dan Tetap Menjaga Persatuan
Selain memperkuat ibadah, Umi Pipik juga mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah. Ia menilai, di tengah konflik internasional, persatuan dan ketenangan sikap jauh lebih dibutuhkan.
Baginya, doa untuk perdamaian serta kepedulian terhadap sesama merupakan wujud nyata kontribusi seorang Muslim ketika menghadapi konflik global.
Situasi perang, lanjutnya, seharusnya membuat umat semakin sadar pentingnya menjaga kedamaian dan menjauh dari sikap hubbud dunya atau terlalu mencintai dunia.
Di akhir pesannya, Umi Pipik mengajak umat Islam untuk menjadikan setiap peristiwa besar dunia sebagai refleksi spiritual. Perang dan gejolak politik, menurutnya, bukan sekadar isu internasional, tetapi juga pengingat bahwa manusia tidak memiliki kuasa atas takdir selain berusaha dan berdoa.
“Perkuat iman, kuatkan takwa, dan jangan lengah. Dunia ini sementara,” pesannya.









