Ini Pendidikan Dirut BPJS Kesehatan Baru Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus yang Pernah Jadi Dekan Unhan

Ini Pendidikan Dirut BPJS Kesehatan Baru Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus yang Pernah Jadi Dekan Unhan

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:35
share

JAKARTA - Ini pendidikan Direktur Utama BPJS Kesehatan baru, Prihati Pujowaskito, eks dokter Kopassus yang pernah menjadi Dekan Unhan. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026–2031. Selain itu, Prabowo menetapkan pengangkatan Dewan Pengawas periode 2026–2031.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan penunjukan tersebut dilakukan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

"Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Rizzky.

Riwayat Pendidikan Prihati Pujowaskito

Ia merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi koroner yang memiliki pengalaman panjang di bidang kesehatan dan kedokteran. Beliau adalah purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Ia memiliki latar belakang pendidikan kedokteran spesialis jantung dan pembuluh darah, serta gelar doktor di bidang hukum kesehatan.

Dalam perjalanan kariernya, beliau pernah mengemban berbagai posisi strategis, antara lain sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Soebroto, Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto, serta Kepala Departemen Jantung dan Kepala Departemen Penyakit Dalam di Rumah Sakit Angkatan Darat Dustira. Saat ini, beliau juga tercatat sebagai panel ahli pada Dokter Kepresidenan Republik Indonesia.

Ia menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Sebelas Maret, melanjutkan pendidikan magister di bidang kedokteran di Universitas Airlangga, serta menempuh pendidikan Magister Manajemen Rumah Sakit. Untuk memperkuat perspektif tata kelola dan aspek regulasi kesehatan, ia juga menyelesaikan pendidikan doktor di bidang hukum. Selain aktif dalam praktik klinis dan manajerial, beliau terus mengembangkan kompetensi profesional melalui pelatihan kardiologi intervensi.

Dalam bidang akademik, beliau aktif sebagai dosen di sejumlah institusi pendidikan kedokteran dan terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Di tingkat organisasi profesi, beliau juga aktif dalam berbagai wadah kedokteran dan komunitas kesehatan. Atas pengabdian dan dedikasinya kepada negara, beliau menerima berbagai tanda jasa dan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, seperti Satya Lencana GOM IX, Satya Lencana Dwidya Sista, Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Ksatria Yudha, Bintang Karya KEP Nararya, dan Bintang Yudha Dharma.

Topik Menarik