Ini Babak Baru Perseteruan Knetz vs SEAblings: Boikot dan Larangan Nonton Drakor!

Ini Babak Baru Perseteruan Knetz vs SEAblings: Boikot dan Larangan Nonton Drakor!

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:19
share

JAKARTA - Babak baru perseteruan Knetz vs SEAblings dari mulai boikot hingga larangan nonton drakor. Media sosial tengah dihebohkan dengan perseteruan antara netizen Korea alias K-Netz dengan warganet Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Perseteruan ini terjadi usai netizen Korea disebut melakukan rasisme pada warganet Malaysia dan negara Asia Tenggara lainnya.


Momen perseteruan itu terlihat di media sosial X, di mana banyak K-Netz dan SEAblings, sebutan netizen Asia Tenggara saling melayangkan hujatan. Bahkan, sejumlah artis Korea hingga Indonesia juga ikut terseret dan menjadi korban rasisme yang tengah ramai di media sosial.

Teranyar, muncul larangan atau boikot drama korea alias drakor. Salah satu strategi yang digunakan SEAblings adalah menyuarakan boikot terhadap konten hiburan Korea Selatan. 

Alasannya, Asia Tenggara adalah salah satu konsumen terbesar K-pop dan drakor di dunia. Netizen ingin menunjukkan bahwa tanpa dukungan kawasan ini, industri hiburan Korea akan mengalami kerugian besar. Gerakan ini bertujuan untuk memberi pelajaran kepada oknum netizen dan industri Korea agar lebih menghargai penggemar internasional tanpa memandang status ekonomi negara asal. Berhenti menonton drakor dianggap sebagai bentuk protes nyata terhadap normalisasi perilaku rasis yang sering dilakukan oknum Knetz di ruang digital.

Awal Mula Perseteruan

Sebuah akun di X menjelaskan awal mula war antara SEAblings vs Knetz. Konflik bermula saat salah satu artis Korsel mengadakan konser di Malaysia.

"Di dunia per-Kpop-an ada yang namanya fansite (fans yang biasanya memotret idol Korea, entah itu konser, fansign, atau aktivitas lain, lalu di-post). Di konser itu banyak fansite dari Korea yang ikut ke konser Malaysia," tulis akun @satzze.

Masalah muncul karena banyak fansite yang memakai kamera profesional dengan ukuran besar. Dengan ukuran tersebut dan diangkat setiap kali memotret, hal itu menghalangi pandangan fans lain yang sedang menikmati konser.

"Coba ditegur, tapi enggak mempan. Selain itu, sebenarnya hal seperti itu melanggar rules, berujung Knetz enggak terima, tapi mereka malah rasis sama orang-orang Asia Tenggara. Mengatai miskin, kulit gelap, wajah seperti hewan," tulisnya.

Ucapan Knetz yang rasis dan kasar membuat netizen dari negara ASEAN bersatu dan membentuk SEAblings. Aksi saling serang di X terus berlanjut hingga menjadikan Knetz trending topic sejak kemarin.

"Knetz balasnya pakai bahasa Korea terus. Disuruhlah pakai bahasa Inggris sama orang-orang kita. Tapi dia malah bilang, 'Ngapain pakai bahasa Inggris? Gue mah bangga sama bahasa sendiri. Enggak kayak kalian yang bangga komunikasi pakai bahasa negara yang sudah menjajah kalian.' Akhirnya muncullah beberapa tweet legend asbunan netizen-netizen Indonesia ini," cerita akun tersebut.
 

Topik Menarik