Nia Daniaty Tawarkan Uang Ganti Rugi Rp500 Juta, Ditolak Korban CPNS Bodong

Nia Daniaty Tawarkan Uang Ganti Rugi Rp500 Juta, Ditolak Korban CPNS Bodong

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 18 Februari 2026 - 17:52
share

Kasus penipuan CPNS bodong yang melibatkan anak Nia Daniaty, Olivia Nathania, belum menemui titik terang. Pihak korban menilai para pelaku tak memiliki itikad baik untuk membayar ganti rugi yang ditaksir mencapai Rp8,1 miliar.

Kuasa hukum korban, Odie Hudiyanto, mengungkap bahwa Nia Daniaty yang juga disebut terlibat dalam kasus ini sempat memberikan tawaran uang sebesar Rp 500 juta.

Tawaran tersebut pun langsung ditolak pihak korban, mengingat nominalnya yang tidak masuk dari total korban yang mencapai 179 orang.

"Itu nggak masuk akal. Korbannya 179 orang dengan total kerugian Rp8,1 miliar. Mau dibagi bagaimana?" ujar Odie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (18/2/2026).

Baca Juga : Olivia Nathania Belum Bayar Kerugian Rp8,1 Miliar, Korban Penipuan CPNS Bodong Minta Pengadilan Sita AsetMeski demikian, hingga kini tawaran tersebut juga belum direalisasikan oleh pihak Nia Daniaty.

"Belum diterima. Baru menawarkan saja. Dan jelas korban tidak mau," tegasnya.

Salah satu korban, Agustin, yang juga hadir mengungkapkan kekecewaan mendalam dengan penyelesaian masalah tersebut.

Padahal, perkara perdata bernomor 762/Pdt.Plw/2022/PN.JKT.SEL Jo 762/Pdt.G/2022/PN.JKT.SEL tersebut sebelumnya telah berkekuatan hukum tetap dan mengikat.

"Kami sudah hampir 4 tahun setengah menunggu. Banyak korban yang hidupnya hancur, terlilit hutang, sampai sekarang masih mencicil," ujarnya. Baca Juga : Panas! Inara Tuduh Mawa Kerja Sama dengan Eks Manajemennya untuk Menjatuhkannya

"Utang itu dibawa mati. Kami mohon kembalikan uang para korban. Jangan ditunda-tunda lagi," imbuh Agustin.

Meski sudah menghirup udara bebas, Odie menegaskan hukuman penjara selama tiga tahun yang dijalani Olivia tidak menghapus kewajiban perdata terhadap para korban.

"Pidana jalan, perdata juga jalan. Pengembalian uang tetap wajib," pungkasnya.

Topik Menarik