Biografi Terbaru Bantah Klaim Pangeran Harry soal Pertengkaran Fisik dengan Pangeran William
Sebuah buku biografi terbaru kembali menyoroti konflik antara Pangeran William dan adiknya, Pangeran Harry, sekaligus mempertanyakan salah satu tuduhan paling kontroversial yang pernah diungkap Harry mengenai dugaan pertengkaran fisik di antara mereka.
Buku berjudul William and Catherine: The Monarchy's New Era: The Inside Story karya Russell Myers menyebut bahwa klaim pertengkaran fisik tersebut kemungkinan telah dibesar-besarkan.
Baca juga: William dan Kate Akhirnya Buka Suara Tanggapi Rilis Dokumen Baru Kasus Epstein
Dalam kutipan yang diterbitkan oleh The Mirror pada 16 Februari, seorang sumber yang dikutip dalam buku itu menegaskan bahwa memang terjadi adu argumen, namun tidak sampai pada kekerasan fisik.
Sumber tersebut menyatakan ketegangan antara kedua pangeran saat itu memang tinggi, dan pertukaran kata-kata keras terjadi, tetapi William bersikeras tidak ada kekerasan. Pernyataan ini secara langsung bertentangan dengan pengakuan Harry dalam memoarnya, Spare, yang terbit pada 2023.Dalam memoar tersebut, Harry menulis bahwa pertengkaran terjadi pada 2019 di Nottingham Cottage, kediamannya saat itu yang berada di kompleks Kensington Palace. Ia mengklaim pertengkaran dipicu oleh komentar William tentang istrinya, Meghan Markle, yang disebut “sulit,” “kasar,” dan “abrasif", dikutip dari People, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: Kate Middleton Perkenalkan Pangeran William Tanpa Gelar Kerajaan saat Kunjungan ke Rumah Sakit
Harry menulis bahwa ia membela istrinya dan menuduh sang kakak hanya mengulang narasi media. Situasi disebut memanas hingga berujung pada tindakan fisik, di mana Harry mengaku ditarik kerahnya dan didorong hingga terjatuh.
Namun, buku terbaru tersebut menghadirkan sudut pandang berbeda. Sumber yang dikutip menyebut gambaran pertengkaran fisik dalam memoar Harry sebagai sesuatu yang “sangat dilebih-lebihkan.” Selain itu, disebutkan pula bahwa staf istana pada periode tersebut mengalami tekanan berat akibat situasi internal yang memanas.
Menurut sumber lain dalam buku itu, banyak staf merasa kelelahan secara emosional dan mental selama masa konflik keluarga kerajaan tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketegangan tidak hanya dirasakan oleh anggota keluarga kerajaan, tetapi juga oleh lingkungan kerja di sekitarnya.Majalah People melaporkan bahwa pihak Kensington Palace maupun juru bicara Harry belum memberikan komentar resmi terkait isi buku tersebut.
Sebelumnya, saat mempromosikan memoar Spare, Harry juga mengungkapkan cerita pertengkaran itu dalam beberapa wawancara, termasuk dalam program 60 Minutes bersama jurnalis Anderson Cooper. Dalam wawancara tersebut, Harry mengatakan ketegangan dipicu oleh akumulasi frustrasi dan informasi yang menurutnya tidak akurat tentang dirinya dan Meghan.
Harry menyebut pertengkaran itu sebagai pengalaman yang sangat tidak menyenangkan, meski ia juga mengatakan bahwa William sempat meminta maaf setelah kejadian tersebut.
Terbitnya buku baru ini kembali membuka perdebatan publik mengenai dinamika hubungan dua putra Raja Charles III, yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi sorotan dunia.










