Loading...
Loading…
Hingga Juni Ada 19 Kasus Leptospirosis di Sleman, Masyarakat Diminta Hati-Hati

Hingga Juni Ada 19 Kasus Leptospirosis di Sleman, Masyarakat Diminta Hati-Hati

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Inews | Jumat, 24 Juni 2022 - 08:17

SLEMAN, iNews.id - Selama Januari hingga akhir Juni 2022 di Kabupaten Sleman terjadi 19 kasus leptospirosis. Meskipun tidak sampai menimbulkan korban jiwa, masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati meminta masyarakat tetap berhati-hati, karena penyakit ini bisa berakibat fatal dan menyebabkan pasien meninggal dunia

Ia mengatakan leptospirosis dapat menjadi fatal jika terjadi komplikasi sampai ke organ dalam, terutama biasanya yang nyata adalah di ginjal sehingga fungsi ginjal menurun. Kerja ginjal menjadi tidak optimal dan bisa berakhir dengan kematian, katanya Kamis (23/6/2022).

Khamidah mengatakan tahun ini kasus leptospirosis paling banyak ditemukan di Kapanewon (Kecamatan) Prambanan, Depok dan Mlati.

Masyarakat bisa mengantisipasi serangan penyakit ini dengan cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Biasakan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, katanya.

Ia mengharapkan masyarakat menjaga kebersihan di lingkungan rumah dengan melakukan kerja bakti secara rutin bersama tetangga.

Baca Juga :
Leptospirosis, 4 Kasus Meninggal Dunia di Gunungkidul

Bagi petani dianjurkan menggunakan sepatu boot saat bekerja di sawah dan selalu periksa luka di kaki. Apabila terdapat luka maka tutup rapat dan gunakan alat pelindung diri, jika tetap bekerja di sawah, katanya.

Masyarakat juga diharapkan dapat mengenali gejala penyakit leptospirosis sejak dini. Biasanya, gejala yang sering muncul adalah demam, yang kemudian diikuti nyeri pada bagian kepala dan betis.

Jika merasakan ada tanda-tanda sakit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan, katanya.

Original Source

Topik Menarik

{
{